Penggunaan layanan e-Visa membuat proses pengajuan visa menjadi lebih praktis karena berbagai tahapan dapat dilakukan secara online. Namun, kemudahan tersebut juga membuat keamanan akun menjadi hal yang tidak boleh diabaikan, terutama karena akun dapat berkaitan dengan data pribadi dan dokumen perjalanan.
Salah satu langkah yang dapat membantu melindungi akun adalah verifikasi dua langkah atau two-factor authentication (2FA). Dengan lapisan keamanan tambahan ini, pengguna tidak hanya mengandalkan kata sandi saat masuk ke akun e-Visa, tetapi juga perlu melakukan verifikasi menggunakan kode yang dikirimkan ke alamat email terdaftar.
Bagi pemohon yang menggunakan layanan e-Visa Indonesia, memahami proses login dan menjaga keamanan akun menjadi penting. Apalagi, layanan visa online Direktorat Jenderal Imigrasi telah menggunakan laman evisa.imigrasi.go.id sebagai platform layanan visa elektronik sejak Januari 2024.
Cara Verifikasi 2 Langkah Akun e-Visa
Berdasarkan panduan yang menjadi rujukan artikel ini, proses verifikasi dilakukan ketika pengguna masuk ke akun e-Visa. Berikut langkah yang perlu diperhatikan:
1. Buka laman resmi e-Visa
Akses layanan melalui laman resmi e-Visa Direktorat Jenderal Imigrasi di evisa.imigrasi.go.id.
Pastikan alamat situs diperiksa dengan teliti sebelum memasukkan username, email, kata sandi, maupun data pribadi. Hal ini penting untuk menghindari situs tiruan yang berpotensi digunakan untuk mengambil informasi pengguna.
2. Masukkan data login
Pada halaman login, masukkan username atau email yang telah didaftarkan, kemudian masukkan kata sandi dan kode captcha apabila diminta oleh sistem.
Setelah data dinyatakan benar, proses login akan dilanjutkan ke tahap verifikasi.
3. Masukkan kode OTP
Kode One-Time Password atau OTP akan dikirimkan melalui email yang terdaftar pada akun.
Periksa kotak masuk email dan masukkan kode tersebut pada kolom verifikasi yang tersedia. Karena OTP bersifat sementara, sebaiknya kode segera digunakan setelah diterima.
Jangan memberikan kode OTP kepada orang lain, termasuk pihak yang mengaku sebagai petugas, karena kode tersebut berkaitan dengan keamanan akun.
Cara Membuat Akun Baru e-Visa
Bagi pengguna yang belum mempunyai akun, proses pendaftaran dapat dilakukan melalui layanan e-Visa.
Pilih opsi Create Account, kemudian ikuti formulir pendaftaran dan masukkan informasi yang diminta oleh sistem.
Setelah akun berhasil dibuat, gunakan email yang aktif dan dapat diakses secara rutin. Email tersebut penting karena dapat digunakan untuk menerima berbagai pemberitahuan terkait akun maupun proses layanan keimigrasian.
Direktorat Jenderal Imigrasi sebelumnya menjelaskan bahwa perpindahan layanan visa online ke evisa.imigrasi.go.id dilakukan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Platform tersebut juga menyediakan pembayaran PNBP secara digital dan terhubung dengan berbagai layanan keimigrasian.
Tips Membuat Password Akun e-Visa
Keamanan akun tidak hanya bergantung pada OTP. Kata sandi yang digunakan juga perlu dibuat dengan kombinasi yang sulit ditebak.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Gunakan kombinasi huruf besar dan huruf kecil.
- Tambahkan angka serta simbol.
- Hindari penggunaan nama, tanggal lahir, atau informasi yang mudah ditebak.
- Jangan menggunakan satu kata sandi untuk banyak akun penting.
- Jangan membagikan kata sandi kepada orang lain.
- Gunakan fitur Forgot Password apabila lupa kata sandi.
Jika sistem menetapkan ketentuan tertentu mengenai panjang atau kombinasi password, ikuti persyaratan yang ditampilkan pada halaman pendaftaran atau perubahan kata sandi.
Mengapa Verifikasi Dua Langkah Penting?
Verifikasi dua langkah memberikan lapisan perlindungan tambahan pada akun. Jika seseorang mengetahui kata sandi, misalnya, mereka masih membutuhkan kode verifikasi untuk menyelesaikan proses masuk apabila 2FA diterapkan.
Hal ini menjadi semakin relevan karena layanan e-Visa berkaitan dengan data dan dokumen keimigrasian. Direktorat Jenderal Imigrasi sendiri menyediakan sejumlah proses layanan secara elektronik melalui evisa.imigrasi.go.id, termasuk pengajuan dan pembayaran untuk jenis visa tertentu.
Meski begitu, 2FA bukan berarti pengguna dapat mengabaikan keamanan lainnya. Email yang digunakan untuk akun juga sebaiknya dilindungi dengan kata sandi yang kuat dan verifikasi tambahan apabila tersedia.
Jenis Visa dan Perbedaannya
Visa memiliki ketentuan yang berbeda tergantung tujuan perjalanan, kewarganegaraan, serta kebijakan negara yang akan dikunjungi. Secara umum, beberapa istilah visa yang sering ditemui adalah sebagai berikut.
1. Bebas Visa
Bebas visa berarti warga negara tertentu dapat memasuki suatu negara tanpa mengajukan visa terlebih dahulu untuk tujuan dan periode yang memenuhi ketentuan.
Namun, bebas visa bukan berarti tidak ada persyaratan. Pelancong tetap dapat diminta menunjukkan paspor yang masih berlaku, tiket kembali atau dokumen lain sesuai aturan negara tujuan.
2. e-Visa
e-Visa merupakan visa yang proses pengajuannya dilakukan secara elektronik. Pemohon mengisi data dan mengunggah dokumen sesuai persyaratan melalui platform resmi.
Untuk layanan Indonesia, Direktorat Jenderal Imigrasi menggunakan evisa.imigrasi.go.id sebagai salah satu platform layanan visa elektronik.
Setelah visa diterbitkan, pemohon dapat menerima dokumen visa secara elektronik sesuai mekanisme yang berlaku.
3. Visa on Arrival
Visa on Arrival atau VoA memungkinkan warga negara dari negara tertentu memperoleh visa ketika tiba di negara tujuan, selama memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Di Indonesia juga tersedia e-VOA yang proses pengajuan dan pembayarannya dapat dilakukan secara elektronik. Informasi resmi Imigrasi menyebut pemohon dapat mengajukan e-VOA melalui evisa.imigrasi.go.id dan perlu memenuhi persyaratan seperti paspor yang masih berlaku serta tiket kembali atau tiket terusan.
4. Visa yang Diperoleh Sebelum Kedatangan
Jenis visa lainnya harus diperoleh sebelum seseorang memasuki negara tujuan. Prosesnya dapat dilakukan melalui sistem visa online, kedutaan, konsulat, atau lembaga resmi yang ditunjuk, tergantung ketentuan negara tujuan.
Karena aturan visa dapat berubah, calon pelancong sebaiknya selalu memeriksa informasi terbaru melalui situs resmi imigrasi atau perwakilan diplomatik negara terkait.
Pastikan Menggunakan Situs Resmi
Keamanan menjadi bagian penting dalam penggunaan layanan visa digital. Pengguna sebaiknya tidak sembarangan membuka tautan yang dikirim melalui pesan atau email, khususnya jika meminta data login, password, OTP, atau informasi pembayaran.
Untuk layanan visa Indonesia, laman evisa.imigrasi.go.id merupakan alamat layanan yang digunakan Direktorat Jenderal Imigrasi. Perpindahan layanan dari platform visa online sebelumnya ke alamat tersebut berlaku efektif sejak 9 Januari 2024.
Selain itu, pengguna perlu memeriksa kembali informasi pada akun dan dokumen visa sebelum melakukan perjalanan. Data pada e-Visa harus sesuai dengan dokumen perjalanan yang digunakan. Dokumen e-Visa yang diterbitkan juga tidak secara otomatis menjamin seseorang pasti memperoleh izin masuk, karena keputusan masuk tetap berada pada petugas imigrasi di tempat pemeriksaan.
Kesimpulan
Cara verifikasi 2 langkah akun e-Visa pada dasarnya bertujuan memberikan perlindungan tambahan ketika pengguna mengakses layanan digital. Setelah memasukkan informasi login, pengguna dapat diminta memasukkan kode OTP yang dikirim ke email terdaftar.
Selain mengaktifkan dan menggunakan verifikasi tambahan, keamanan akun juga perlu dijaga dengan password yang kuat, email yang aktif, serta kewaspadaan terhadap tautan atau pihak yang meminta OTP.
Untuk memastikan informasi mengenai visa, persyaratan, dan layanan terbaru, gunakan selalu kanal resmi Direktorat Jenderal Imigrasi karena ketentuan keimigrasian dapat berubah sesuai kebijakan yang berlaku.
