Bisul yang meradang biasanya muncul sebagai benjolan merah, terasa nyeri, dan dapat berisi nanah. Kondisi ini terjadi ketika folikel rambut mengalami infeksi, sehingga area kulit di sekitarnya ikut mengalami peradangan. Pada sebagian kasus, bisul kecil dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah.
Namun, cara mengatasi bisul tidak boleh dilakukan sembarangan. Memencet atau menusuk bisul sendiri justru dapat membuat infeksi menyebar. American Academy of Dermatology (AAD) menyarankan kompres hangat sebagai salah satu perawatan rumahan utama untuk bisul kecil.
Lantas, bagaimana cara cepat mengatasi bisul yang meradang dengan aman? Selain menjaga kebersihan area kulit, ada beberapa langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi rasa sakit dan mendukung proses keluarnya nanah secara alami.
Table of Contents
ToggleApa Itu Bisul dan Mengapa Bisa Meradang?
Bisul atau furunkel merupakan benjolan berisi nanah yang terbentuk akibat infeksi dan peradangan pada satu atau beberapa folikel rambut. Bisul biasanya diawali dengan benjolan kemerahan dan terasa nyeri, kemudian ukurannya dapat membesar ketika nanah terkumpul di bawah kulit.
Bisul dapat muncul di berbagai bagian tubuh, termasuk wajah, leher, ketiak, paha, bokong, atau area lain yang memiliki folikel rambut. Jika beberapa bisul bergabung menjadi satu area infeksi, kondisi tersebut dapat disebut karbunkel.
Pada bisul kecil yang tidak disertai gejala berat, perawatan mandiri umumnya dapat dilakukan sambil memantau perkembangannya.
Cara Cepat Mengatasi Bisul yang Meradang
1. Kompres dengan air hangat
Kompres hangat merupakan salah satu cara yang paling direkomendasikan untuk membantu merawat bisul kecil di rumah. Panas dari kompres dapat membantu mengurangi rasa nyeri sekaligus mendukung proses drainase alami bisul.
Caranya cukup sederhana:
- Siapkan kain atau handuk kecil yang bersih.
- Basahi dengan air hangat, bukan air yang terlalu panas.
- Peras hingga tidak terlalu basah.
- Tempelkan pada area bisul selama sekitar 10–15 menit.
- Ulangi sekitar 3–4 kali sehari.
NHS juga merekomendasikan kain bersih yang direndam air hangat selama sekitar 10 menit hingga empat kali sehari.
Jangan menggunakan air yang terlalu panas karena dapat menyebabkan kulit terbakar atau semakin iritasi.
2. Jangan memencet atau menusuk bisul
Keinginan untuk memencet bisul memang cukup kuat, terutama ketika benjolan sudah terasa penuh. Namun, tindakan tersebut sebaiknya dihindari.
Memencet, menusuk, atau mencoba memecahkan bisul sendiri dapat menyebabkan bakteri menyebar ke jaringan kulit di sekitarnya. AAD dan Mayo Clinic sama-sama menyarankan agar bisul tidak dipencet atau ditusuk sendiri.
Biarkan bisul mengalami proses drainase secara alami. Jika ukurannya besar atau tidak kunjung membaik, dokter dapat melakukan tindakan pengeluaran nanah secara medis bila memang diperlukan.
3. Jaga area bisul tetap bersih
Kebersihan kulit juga penting selama bisul masih meradang. Hindari menyentuh atau menggosok benjolan terlalu sering.
Jika bisul pecah dan mengeluarkan nanah, bersihkan area di sekitarnya dengan hati-hati dan tutup menggunakan kasa atau perban bersih. AAD merekomendasikan agar bisul yang sudah pecah ditutup dengan perban steril selama proses penyembuhan.
Jangan lupa mencuci tangan setelah merawat area tersebut.
4. Gunakan handuk dan perlengkapan pribadi secara terpisah
Infeksi bakteri yang menyebabkan bisul dapat menyebar melalui kontak langsung maupun benda yang terkontaminasi, termasuk handuk.
Karena itu, jangan berbagi handuk, pakaian, atau perlengkapan pribadi dengan orang lain ketika sedang mengalami bisul. NHS juga menyarankan mencuci handuk dan seprai secara rutin untuk membantu mengurangi risiko penyebaran infeksi.
5. Pereda nyeri dapat dipertimbangkan
Bisul yang meradang dapat terasa berdenyut atau sakit ketika disentuh. Jika diperlukan, obat pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen dapat digunakan sesuai petunjuk pada kemasan dan kondisi kesehatan masing-masing.
NHS mencantumkan parasetamol atau ibuprofen sebagai pilihan untuk membantu meredakan nyeri akibat bisul.
Jika memiliki kondisi medis tertentu, sedang mengonsumsi obat lain, atau ragu mengenai obat yang aman digunakan, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana dengan Obat Bisul dari Bahan Alami?
Berbagai bahan alami seperti kunyit, bawang putih, tea tree oil, cuka apel, minyak jarak, madu, atau garam Epsom sering disebut sebagai cara tradisional untuk mengatasi bisul.
Namun, klaim bahwa bahan-bahan tersebut dapat menyembuhkan bisul dengan cepat tidak memiliki dasar rekomendasi klinis yang sama kuatnya dengan kompres hangat. Karena kulit yang sedang mengalami infeksi dapat menjadi sensitif, mengoleskan bahan tertentu secara langsung juga berpotensi menyebabkan iritasi.
Karena itu, jangan menjadikan bahan alami sebagai pengganti pemeriksaan medis, terutama jika bisul berukuran besar, semakin sakit, menyebar, atau disertai demam.
Khusus untuk bawang putih, misalnya, mengoleskan bahan mentah langsung pada kulit yang meradang juga bukan langkah yang perlu dilakukan hanya karena memiliki sifat antimikroba. Fokus utama perawatan mandiri tetap pada kebersihan, kompres hangat, dan tidak memencet bisul.
Kapan Bisul Harus Diperiksakan ke Dokter?
Tidak semua bisul bisa ditangani sendiri. Pemeriksaan medis diperlukan apabila kondisi justru memburuk atau muncul tanda infeksi yang lebih serius.
Menurut AAD, seseorang sebaiknya mencari pertolongan medis jika pembengkakan atau nyeri terus berlangsung selama beberapa hari, bisul tidak kunjung hilang, muncul bisul lain, atau terjadi demam.
NHS juga menyarankan pemeriksaan jika bisul berlangsung sekitar dua minggu tanpa membaik, muncul berulang kali, atau terdapat kelompok bisul yang disebut karbunkel. Penanganan lebih cepat diperlukan jika bisul berada di wajah, kulit di sekitarnya terasa panas dan bengkak, atau tubuh mengalami demam maupun menggigil.
Bisul besar mungkin membutuhkan tindakan medis
Bisul yang berukuran besar atau karbunkel terkadang membutuhkan prosedur medis untuk mengeluarkan nanah. Pada kondisi tertentu, dokter juga dapat mempertimbangkan antibiotik, terutama apabila infeksinya berat atau berulang.
Karena itu, jangan mencoba membuat sayatan sendiri menggunakan jarum, pisau, atau benda tajam lainnya.
Apakah Bisul Bisa Sembuh Sendiri?
Bisul kecil pada orang yang sehat sering kali dapat sembuh dengan perawatan mandiri. AAD menyebutkan bahwa sebagian besar bisul dapat sembuh dalam waktu sekitar satu hingga tiga minggu.
Meski begitu, waktu penyembuhan dapat berbeda-beda. Ukuran bisul, lokasi, kondisi kesehatan, serta apakah infeksinya menyebar atau tidak dapat memengaruhi proses pemulihan.
Jika bisul justru semakin besar, sangat sakit, muncul berulang, atau disertai demam, jangan hanya mengandalkan perawatan rumahan.
Kesimpulan
Cara cepat mengatasi bisul yang meradang tidak harus menggunakan banyak bahan alami. Untuk bisul kecil, langkah yang lebih sederhana dan memiliki dukungan dari sumber medis adalah memberikan kompres hangat sekitar 10–15 menit beberapa kali sehari, menjaga area tetap bersih, serta membiarkannya mengalami drainase secara alami.
Hal yang tidak kalah penting adalah jangan memencet atau menusuk bisul sendiri karena tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi.
Jika bisul semakin besar, nyerinya bertambah, muncul demam, berada di wajah, tidak membaik setelah beberapa waktu, atau terus berulang, sebaiknya periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang sesuai.
