Suara tiba-tiba serak disertai sakit tenggorokan bisa terasa cukup mengganggu, terutama ketika harus berbicara dalam waktu lama. Kondisi ini juga sering membuat suara terdengar berat, kasar, atau bahkan sulit keluar seperti biasanya.
Cara mengatasi serak dan sakit tenggorokan sebenarnya tidak selalu membutuhkan obat. Pada keluhan ringan, beberapa langkah sederhana seperti mencukupi kebutuhan cairan, mengistirahatkan suara, serta mengonsumsi minuman hangat dapat membantu membuat tenggorokan terasa lebih nyaman.
Namun, penting untuk mengetahui penyebabnya. Suara serak dan sakit tenggorokan dapat berkaitan dengan infeksi saluran pernapasan, penggunaan suara berlebihan, alergi, iritasi akibat asap rokok, hingga kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan medis.
Cara Mengatasi Serak dan Sakit Tenggorokan
Berikut beberapa cara sederhana yang dapat dicoba untuk membantu meredakan keluhan, terutama jika gejalanya masih ringan.
1. Perbanyak Minum Air
Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah penting ketika mengalami sakit tenggorokan dan suara serak. Air membantu menjaga permukaan tenggorokan tetap lembap sehingga rasa kering dan tidak nyaman dapat berkurang.
Air putih bisa diminum secara berkala sepanjang hari. Minuman hangat juga dapat memberikan sensasi lebih nyaman bagi sebagian orang.
Selain membantu tenggorokan tetap lembap, mencukupi cairan juga dapat membantu mengencerkan lendir yang menumpuk di saluran pernapasan.
2. Minum Air Hangat dengan Madu
Madu dapat menjadi pilihan sederhana untuk membantu menenangkan tenggorokan. Anda bisa mencampurkan madu ke dalam air hangat atau teh hangat.
Madu telah banyak digunakan sebagai bahan alami untuk membantu meredakan batuk dan rasa tidak nyaman pada tenggorokan. Meski demikian, madu bukan pengganti pengobatan untuk infeksi atau penyakit yang membutuhkan pemeriksaan dokter.
Perlu diperhatikan, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah 1 tahun karena adanya risiko botulisme pada bayi.
3. Istirahatkan Suara
Jika suara serak muncul setelah berbicara, bernyanyi, berteriak, atau bekerja menggunakan suara dalam waktu lama, memberikan waktu istirahat bagi pita suara dapat membantu proses pemulihan.
Kurangi berbicara selama beberapa waktu dan hindari berteriak. Berbisik juga sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus karena dapat tetap memberikan tekanan pada mekanisme produksi suara.
Bagi pekerja seperti customer service, reporter, guru, penyiar, atau tenaga profesional lain yang banyak berbicara, pengaturan jeda suara dapat membantu mengurangi beban pada tenggorokan.
4. Berkumur dengan Air Garam
Berkumur menggunakan air garam hangat dapat membantu memberikan rasa nyaman pada tenggorokan yang terasa nyeri atau teriritasi.
Caranya cukup sederhana. Larutkan sedikit garam ke dalam segelas air hangat, kemudian gunakan untuk berkumur dan jangan ditelan.
Metode ini dapat menjadi perawatan rumahan untuk membantu meredakan gejala, tetapi bukan berarti dapat menghilangkan seluruh penyebab sakit tenggorokan.
5. Konsumsi Teh Jahe
Jahe sering digunakan dalam minuman hangat ketika tenggorokan terasa tidak nyaman. Senyawa bioaktif dalam jahe memiliki sifat yang sedang diteliti terkait efek antiinflamasi dan manfaat lainnya.
Teh jahe dapat diminum dalam kondisi hangat. Jika ingin menambahkan madu, pastikan minumannya tidak terlalu panas.
Meski bahan alami dapat membantu memberikan kenyamanan, bukti mengenai efektivitas jahe untuk mengatasi berbagai penyebab sakit tenggorokan masih bervariasi.
6. Gunakan Udara yang Lebih Lembap
Udara yang terlalu kering dapat membuat tenggorokan semakin terasa kering dan mengganggu suara. Menjaga kelembapan udara di ruangan dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada sebagian orang.
Jika menggunakan humidifier, perangkat tersebut perlu dibersihkan secara rutin sesuai petunjuk agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur atau mikroorganisme.
7. Hindari Rokok dan Asap
Asap rokok dapat mengiritasi tenggorokan dan saluran pernapasan. Karena itu, sebaiknya hindari merokok maupun paparan asap rokok ketika sedang mengalami suara serak dan sakit tenggorokan.
Selain asap rokok, paparan debu, polusi, serta bahan kimia tertentu juga dapat memperburuk iritasi pada saluran pernapasan.
Bagaimana dengan Bawang Putih, Akar Manis, dan Cuka Apel?
Beberapa bahan seperti bawang putih, akar manis atau licorice, serta cuka sari apel kerap disebut sebagai obat alami untuk sakit tenggorokan. Namun, penggunaannya perlu lebih hati-hati.
Bawang putih memang memiliki senyawa seperti allicin yang menunjukkan aktivitas antimikroba dalam penelitian tertentu. Akan tetapi, hal tersebut tidak berarti mengonsumsi bawang putih dapat menyembuhkan semua penyebab sakit tenggorokan.
Akar manis juga memiliki sejarah penggunaan tradisional untuk berbagai keluhan. Namun, konsumsi licorice dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan efek samping dan berinteraksi dengan kondisi atau obat tertentu. Ibu hamil dan menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menggunakannya.
Sementara itu, cuka sari apel memiliki sifat asam sehingga penggunaannya secara langsung dapat justru mengiritasi tenggorokan. Jika ingin menggunakannya sebagai bagian dari perawatan rumahan, jangan diminum dalam kondisi pekat.
Kapan Sakit Tenggorokan dan Serak Perlu Diperiksakan?
Sebagian kasus sakit tenggorokan dan suara serak dapat membaik dengan perawatan mandiri. Namun, jangan mengandalkan obat alami saja jika keluhan berlangsung lama, semakin berat, atau disertai gejala lain.
Segera cari pertolongan medis apabila mengalami kesulitan bernapas, sulit menelan, air liur terus mengalir karena sulit menelan, pembengkakan pada leher, atau kondisi tubuh yang memburuk.
Suara serak yang menetap juga perlu mendapat perhatian. Jika suara tidak kunjung kembali normal atau keluhan sering berulang, pemeriksaan tenaga kesehatan dapat membantu mengetahui penyebabnya.
Jangan Sembarangan Menggunakan Obat Alami
Istilah “alami” tidak selalu berarti aman untuk semua orang. Beberapa bahan herbal dapat berinteraksi dengan obat tertentu atau menimbulkan efek samping apabila dikonsumsi terlalu banyak.
Karena itu, cara mengatasi serak dan sakit tenggorokan sebaiknya disesuaikan dengan penyebab serta kondisi masing-masing. Untuk keluhan ringan, istirahat, cukup cairan, menghindari iritan, dan menjaga kelembapan tenggorokan dapat menjadi langkah awal.
Jika gejala menetap, berulang, atau disertai tanda bahaya, pemeriksaan medis tetap menjadi pilihan yang lebih tepat untuk memastikan penyebab dan mendapatkan penanganan yang sesuai.
