Jpckemang.id – Banyak orang masih ragu soal memakai sunscreen: dioleskan sebelum atau sesudah moisturizer? Pertanyaan ini wajar muncul, apalagi kalau rutinitas skincare pagimu sudah terdiri dari beberapa langkah.
Jawaban singkatnya, sunscreen dipakai setelah moisturizer dan menjadi langkah terakhir skincare sebelum makeup. Cleveland Clinic menyebut urutan minimal di pagi hari adalah pembersih, pelembap, lalu sunscreen. Namun urutan hanyalah satu bagian. Takaran, cara meratakan, dan kebiasaan mengoleskan ulang sama pentingnya.
Di artikel ini kita bahas urutan skincare pagi, cara memakai sunscreen yang benar, kesalahan yang sering terjadi, hingga tips memilih produk sesuai jenis kulit.
Sunscreen Sebelum atau Sesudah Moisturizer?
Dalam rutinitas pagi pada umumnya, moisturizer dipakai lebih dulu, baru kemudian sunscreen. Pelembap bertugas menjaga kulit tetap lembap, sedangkan sunscreen berperan sebagai lapisan pelindung dari sinar ultraviolet (UV) di bagian paling luar.
Beri waktu beberapa menit agar moisturizer meresap dan permukaan kulit tidak terasa terlalu basah. Tidak ada patokan jeda yang berlaku untuk semua produk, jadi cek juga petunjuk di kemasan. Sebagian produk memang punya anjuran pemakaian tersendiri.
Kalau sunscreen yang kamu pakai sudah terasa cukup melembapkan dan kulit nyaman, moisturizer terpisah mungkin tidak selalu diperlukan. Rutinitas sederhana tetap boleh asal konsisten.

Kenapa Sunscreen Harus Jadi Lapisan Terakhir?
Jika sunscreen dioleskan lebih dulu lalu ditimpa produk lain, lapisannya bisa tidak rata atau tergeser. Dengan menaruhnya di akhir, kamu membentuk lapisan perlindungan yang utuh di atas produk perawatan lainnya. Hindari juga mencampur sunscreen dengan moisturizer di telapak tangan, karena hasil olesannya bisa tidak merata.
Urutan Skincare Pagi yang Praktis
- Pembersih wajah. Gunakan pembersih yang lembut untuk mengangkat minyak dan keringat setelah tidur. Keringkan dengan menepuk, bukan menggosok.
- Toner atau serum (opsional). Pakai hanya jika sesuai kebutuhan kulit. Jangan menumpuk banyak bahan aktif sekaligus.
- Moisturizer. Pilih tekstur yang cocok: gel atau lotion ringan untuk kulit berminyak, krim lebih kaya untuk kulit kering.
- Sunscreen. Oleskan merata ke seluruh kulit yang tidak tertutup pakaian.
- Makeup (jika dipakai). Tunggu sunscreen menempel baik, lalu lanjutkan dengan foundation atau cushion.
Cara Memakai Sunscreen yang Benar
Sunscreen berkualitas pun tidak banyak berguna jika cara pakainya keliru. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan, mengacu pada panduan American Academy of Dermatology (AAD).
Pilih Label yang Tepat
AAD menyarankan sunscreen dengan SPF 30 atau lebih, perlindungan spektrum luas (UVA dan UVB), serta tahan air. Perlu diingat bahwa angka SPF hanya berkaitan dengan perlindungan dari UVB. Karena itu, pastikan juga ada label spektrum luas.
Pakai dalam Jumlah Cukup
Kesalahan paling umum adalah memakai terlalu sedikit karena takut wajah terasa berat atau terlihat putih. AAD menyarankan minimal satu sendok teh untuk wajah, kira-kira sepanjang jari telunjuk dan jari tengah. Ini panduan praktis, bukan ukuran mutlak, jadi sesuaikan dengan tekstur produk dan area yang perlu ditutup, termasuk leher dan telinga.
Oleskan Sebelum Keluar Rumah
Menurut AAD, kulit butuh sekitar 15 menit untuk menyerap sunscreen. Jadi, oleskan sebelum berangkat, bukan setelah tiba di luar. Kalau menunggu sampai terpapar matahari, kulit belum terlindungi dan bisa terbakar.
Ratakan ke Semua Area Terbuka
Jangan hanya fokus ke pipi dan dahi. Hidung, garis rambut, sisi wajah, telinga, leher, dan punggung tangan juga ikut terpapar. Untuk bibir, gunakan lip balm dengan SPF minimal 30. Jika rambutmu menipis, lindungi kulit kepala dengan sunscreen atau topi lebar.
Oleskan Ulang Secara Berkala
Tidak ada sunscreen yang melindungi seharian. Saat berada di luar ruangan, oleskan ulang setiap dua jam, dan segera setelah berenang atau berkeringat banyak. Mengandalkan satu kali pemakaian di pagi hari tidak cukup untuk aktivitas luar ruangan yang lama.
Apakah Moisturizer ber-SPF Bisa Menggantikan Sunscreen?
Pelembap ber-SPF memang praktis, tetapi tidak selalu cukup. Banyak orang memakainya dalam jumlah jauh lebih sedikit daripada takaran yang dibutuhkan untuk mencapai perlindungan sesuai label. Selain itu, produk ini belum tentu spektrum luas atau tahan air.
Periksa label dengan teliti. Jika kamu banyak beraktivitas di luar ruangan, sunscreen terpisah biasanya pilihan yang lebih aman. Jika memakai pelembap ber-SPF, pastikan takarannya cukup dan tetap lakukan pemakaian ulang.
Memilih Sunscreen Sesuai Jenis Kulit
| Jenis kulit | Tekstur yang bisa dicoba | Catatan |
|---|---|---|
| Berminyak | Gel atau lotion ringan | Cari label non-comedogenic jika mudah berjerawat |
| Kering | Krim atau lotion yang melembapkan | Pakai moisturizer dulu bila kulit terasa kering |
| Sensitif | Formula sederhana tanpa pemicu iritasi | Uji di area kecil dulu, hentikan jika muncul reaksi |
| Kombinasi | Formula ringan, hasil akhir nyaman | Sesuaikan pelembap dengan area yang kering atau berminyak |
Tabel ini hanya panduan awal. Menurut dermatolog, sunscreen terbaik adalah yang nyaman dipakai sehingga kamu mau memakainya setiap hari. Jika kulit sering iritasi, konsultasikan dengan dokter kulit.
Kesalahan yang Sering Terjadi saat Memakai Sunscreen
- Terlalu sedikit. Takaran kurang membuat perlindungan lebih rendah dari yang diharapkan.
- Tidak mengoleskan ulang. Orang yang terbakar matahari umumnya lupa mengulang pemakaian, memakai terlalu sedikit, atau memakai produk kedaluwarsa.
- Melewatkan area tertentu. Telinga, leher, garis rambut, dan punggung tangan sering terlupa.
- Mengira cuaca mendung aman dari UV. Menurut AAD, kulit tetap terpapar UV saat mendung, bahkan di musim dingin.
- Memakai produk kedaluwarsa. Periksa tanggal kedaluwarsa dan cara penyimpanannya.
- Menggosok wajah berlebihan. Gesekan kuat membuat lapisan produk berpindah atau menggumpal.
- Hanya mengandalkan makeup ber-SPF. Makeup biasanya dipakai terlalu tipis untuk memberi perlindungan sesuai label.
Memakai Sunscreen jika Kamu Pakai Makeup
Sunscreen tetap dioleskan sebelum makeup. Setelah moisturizer meresap, ratakan sunscreen dan beri waktu agar menempel, baru lanjutkan dengan foundation atau cushion dengan gerakan menepuk.
Untuk pemakaian ulang di atas makeup, kamu bisa mencoba sunscreen berbentuk stick, cushion, atau produk lain yang memang dirancang untuk reapply. Pastikan jumlahnya cukup dan ikuti petunjuk produk. Jangan mengorbankan perlindungan hanya demi menjaga makeup tetap rapi.
FAQ Seputar Memakai Sunscreen
Sunscreen dipakai sebelum atau sesudah moisturizer?
Umumnya sesudah moisturizer, sebagai langkah terakhir skincare sebelum makeup. Ikuti juga petunjuk di kemasan produk yang kamu pakai.
Berapa lama menunggu setelah memakai moisturizer?
Tidak ada waktu yang pasti untuk semua produk. Tunggu sampai moisturizer terasa nyaman dan tidak terlalu basah, biasanya beberapa menit, lalu oleskan sunscreen.
Apakah sunscreen harus dipakai setiap hari?
Ya, sebaiknya setiap hari pada kulit yang terpapar matahari. AAD mengingatkan bahwa sinar UV tetap mengenai kulit setiap kali kita keluar rumah, termasuk saat cuaca mendung.
Berapa kali sunscreen harus dioleskan ulang?
Setiap dua jam saat berada di luar ruangan, dan segera setelah berenang atau berkeringat banyak.
Apakah SPF lebih tinggi membuat boleh lebih jarang oles ulang?
Tidak. Angka SPF berkaitan dengan perlindungan dari UVB dan tidak memperpanjang durasi perlindungan. Pemakaian ulang tetap perlu dilakukan secara berkala.
Apakah kulit berminyak tetap butuh moisturizer sebelum sunscreen?
Kulit berminyak tetap bisa membutuhkan pelembap, cukup pilih yang bertekstur ringan. Jika sunscreen yang dipakai sudah terasa cukup melembapkan, moisturizer terpisah bisa dilewati.
Cara Memakai Sunscreen yang Benar
Urutan skincare pagi yang umum dipakai adalah pembersih, toner atau serum (jika perlu), moisturizer, lalu sunscreen, dan terakhir makeup bila kamu memakainya.
Pilih sunscreen SPF 30 atau lebih dengan perlindungan spektrum luas, pakai dalam jumlah cukup, ratakan ke semua area terbuka, lalu oleskan ulang setiap dua jam saat di luar ruangan. Mulailah dari rutinitas yang sederhana dan nyaman, karena kebiasaan yang konsisten jauh lebih berdampak daripada rutinitas rumit yang sulit dijalani. (*)
