Jpckemang.id – Roblox digemari anak karena menawarkan banyak game dengan beragam genre. Anak bisa membangun rumah, bermain simulasi, hingga menyelesaikan tantangan bersama teman. Namun, karena Roblox juga punya fitur komunikasi dan pembelian dalam game, orang tua perlu tahu cara menjaga pengalaman bermain anak tetap aman. Salah satu langkah utamanya adalah mengatur parental control di Roblox.
Sepanjang 2026, Roblox mengubah cukup banyak sistem keamanannya, termasuk akun berbasis usia dan pemeriksaan usia untuk fitur chat. Karena itu, panduan lama bisa saja sudah tidak sesuai. Berikut panduan yang diperbarui untuk orang tua di Indonesia.
Apa Itu Parental Control di Roblox?
Parental control adalah kumpulan fitur yang membantu orang tua mengatur cara anak memakai Roblox. Melalui akun orang tua yang tertaut, kamu bisa mengelola:
- tingkat kematangan konten game,
- game tertentu yang diizinkan atau diblokir,
- pengaturan chat dan komunikasi,
- daftar teman,
- batas waktu bermain (screen time), dan
- batas pengeluaran Robux.
Meski begitu, parental control bukan jaminan anak tidak akan menemui konten atau situasi yang kurang sesuai. Pengaturan ini perlu dipadukan dengan pendampingan dan komunikasi terbuka.

Memahami Akun Roblox Berbasis Usia
Sejak Juni 2026, pemain di bawah 16 tahun menggunakan akun yang disesuaikan dengan usianya. Menurut pusat bantuan Roblox, ada dua jenis akun:
| Akun | Konten | Chat |
|---|---|---|
| Roblox Kids (5-8 tahun) | Berlabel Minimal atau Mild | Mati secara default, dapat diaktifkan lewat akun orang tua tertaut bagi yang sudah age check |
| Roblox Select (9-15 tahun) | Minimal, Mild, hingga Moderate | Dibuka bertahap seiring usia dengan perlindungan tambahan |
| Roblox standar (16+) | Semua konten berlabel kecuali Restricted | Aktif untuk yang sudah age check |
Ada dua hal penting yang perlu kamu tahu. Pertama, pengguna yang belum menyelesaikan pemeriksaan usia (age check) tidak bisa chat sama sekali, berapa pun usianya. Kedua, khusus di Indonesia, Roblox menyatakan anak di bawah 16 tahun tidak dapat chat kecuali telah mendapat persetujuan orang tua yang terverifikasi, sejalan dengan PP Tunas yang berlaku sejak 28 Maret 2026.
Perlu dicatat juga, pemberitaan terkait penerapan di Indonesia menyebut pembagian usia yang berbeda dari pembagian global (misalnya Kids untuk di bawah 13 tahun dan Select untuk 13-15 tahun). Cek label akun anakmu dan ikuti informasi yang tampil di akun atau pusat bantuan resmi.
1. Hubungkan Akun Orang Tua dengan Akun Anak
Parental control kini berjalan lewat akun orang tua yang tertaut ke akun anak, bukan lewat PIN. Orang tua juga perlu memverifikasi usianya saat membuat akun dengan hak orang tua.
- Masuk ke akun anak bersama anakmu di aplikasi atau situs Roblox.
- Buka Settings lalu pilih Parental Controls.
- Pilih opsi untuk menambahkan atau menautkan akun orang tua (Add parent).
- Masukkan email orang tua dan ikuti instruksi yang dikirim.
- Buat akun Roblox orang tua jika belum punya, lalu selesaikan verifikasi usia yang diminta.
- Setujui proses penautan sampai akun anak muncul di bagian parental controls.
Setelah tertaut, pilih profil anak untuk melihat pengaturan yang tersedia. Kamu juga bisa menautkan akun lewat halaman Settings > Parental Controls di roblox.com. Jika anak belum menyelesaikan age check, orang tua yang tertaut juga dapat memperbarui atau memperbaiki usia anak. Informasi terbaru ada di FAQ Parental Controls Roblox dan penjelasan Roblox Kids dan Select.
2. Atur Tingkat Kematangan Konten
Roblox menyediakan label kematangan konten. Untuk usia di bawah 16 tahun, pilihan yang tersedia adalah Minimal, Mild, dan Moderate, tergantung jenis akunnya. Label Restricted tidak tersedia untuk akun di bawah 16 tahun.
- Buka Settings > Parental Controls dan pilih akun anak.
- Masuk ke Settings you manage > Content restrictions.
- Pilih Content maturity, lalu tentukan tingkat yang sesuai.
Mulailah dari tingkat yang lebih konservatif, lalu evaluasi berkala. Perhatikan bahwa beberapa pengalaman berlabel Content May Vary hanya terbuka bagi akun 16+. Baca keterangan di pengaturan resmi, bukan hanya nama kategorinya.
3. Blokir atau Izinkan Game Tertentu
Selain mengatur tingkat konten, orang tua bisa memblokir atau mengizinkan game tertentu lewat Content restrictions. Pada akun Roblox Kids, ada juga kontrol game yang disetujui. Ketersediaan opsi ini bisa berbeda menurut usia akun. Ajak anak berdiskusi saat memblokir game, dan jelaskan alasannya, misalnya karena tema atau interaksi dengan pemain lain, supaya mereka memahami aturan sebagai bentuk perlindungan.
4. Atur Chat dan Komunikasi
Fitur komunikasi adalah bagian yang paling perlu diperhatikan. Buka Parental Controls, pilih akun anak, lalu cari bagian Communication (misalnya pengaturan Experience chat atau Direct chat). Orang tua bisa mengelola pengaturan direct chat hingga anak berusia 15 tahun.
Roblox menerapkan filter teks dan penyusunan ulang chat agar sesuai usia, tetapi tetap ada risiko. Ketersediaan kontrol bergantung pada usia, status age check, dan wilayah, dan beberapa game punya sistem pesan buatan pengembang sendiri yang tidak selalu terjangkau pengaturan chat Roblox. Jika anakmu masih kecil, tidak perlu mengaktifkan chat. Jika chat diizinkan, ajarkan agar tidak membagikan nama lengkap, alamat, nomor telepon, kata sandi, atau nama sekolah kepada orang yang tidak dikenal.
5. Periksa Daftar Teman
Lihat daftar teman atau koneksi anak lewat pengaturan parental controls, lalu tanyakan apakah anak mengenal orang-orang tersebut. Jika ada akun yang membuat anak tidak nyaman, blokir atau laporkan akun itu lewat menu di samping namanya. Ajarkan anak untuk segera bercerita jika seseorang meminta foto pribadi, mengajak pindah ke aplikasi lain, mengancam, atau meminta informasi rahasia. Tekankan bahwa anak tidak akan dimarahi karena melapor.
6. Batasi Waktu Bermain
Anak mudah lupa waktu saat bermain. Jika tersedia di akunmu, buka Parental Controls > Screen time, pilih opsi mengelola batas, lalu tentukan batas harian. Roblox menyatakan orang tua dapat mengatur batas waktu layar dan pengeluaran hingga anak berusia 13 tahun. Setelah itu, kontrol batas waktu dan pemblokiran beralih ke remaja, meski orang tua tetap bisa melihat informasi tertentu.
Jika batas waktu langsung tidak tersedia, buat kesepakatan keluarga dan gunakan pengaturan batas waktu di perangkat. Pastikan aturan tidak mengganggu tidur, belajar, dan aktivitas fisik anak.
7. Atur Pengeluaran Robux
Robux adalah mata uang virtual Roblox. Pembelian kecil yang berulang bisa menumpuk menjadi pengeluaran besar. Jika tersedia, gunakan pengaturan pengeluaran di parental controls untuk menetapkan batas bulanan dan mengaktifkan notifikasi pembelian. Setelah anak berusia 13 tahun, batas pengeluaran tidak lagi berlaku, tetapi orang tua masih dapat menerima notifikasi pengeluaran.
- Jelaskan bahwa Robux punya nilai uang dan tidak boleh dibelanjakan tanpa izin.
- Jangan menyimpan metode pembayaran yang bisa dipakai anak tanpa pengawasan.
- Periksa riwayat transaksi secara berkala.
- Jangan pernah membagikan kata sandi atau kode verifikasi.
8. Perhatikan Perubahan Peran Orang Tua Seiring Usia
| Usia | Kontrol orang tua |
|---|---|
| Hingga 12 tahun | Kontrol penuh: konten, game, komunikasi, waktu layar, pengeluaran |
| 13-15 tahun | Sebagian kontrol dan visibilitas tetap tersedia; batas waktu layar dan pemblokiran beralih ke remaja |
| 16 tahun ke atas | Orang tua dapat melihat teman, waktu layar, dan pengeluaran hingga usia 18 |
Pastikan tanggal lahir anak diisi dengan benar. Memalsukan usia untuk membuka fitur tertentu membuat perlindungan berbasis usia tidak bekerja sebagaimana mestinya.
9. Ajarkan Kebiasaan Bermain yang Aman
- Bermain bersama. Minta anak menunjukkan game favoritnya.
- Ajarkan privasi digital. Jangan bagikan alamat, nomor telepon, kata sandi, atau foto pribadi.
- Tunjukkan cara melapor. Latih anak memblokir dan melaporkan pengguna yang mengganggu.
- Buat aturan waktu untuk hari sekolah dan akhir pekan.
- Jaga komunikasi terbuka. Dorong anak bercerita bila ada hal yang membuatnya takut atau tidak nyaman.
Hindari hanya melarang tanpa penjelasan. Anak yang memahami alasan aturan lebih mudah mengambil keputusan aman, bahkan saat orang tua tidak ada di sampingnya.
FAQ Seputar Parental Control di Roblox
Apakah parental control Roblox gratis?
Fitur parental controls tersedia sebagai bagian dari platform, tetapi beberapa pengaturan bergantung pada usia, status akun, dan wilayah. Pembelian Robux tetap berbayar.
Apakah orang tua harus punya akun Roblox?
Dalam sistem saat ini, kontrol orang tua berjalan lewat akun orang tua yang tertaut ke akun anak, dan orang tua perlu memverifikasi usianya. Cek informasi terbaru di pusat bantuan Roblox jika tampilan berbeda.
Apakah chat Roblox bisa dimatikan?
Bisa untuk pengaturan yang didukung. Pada akun Roblox Kids, chat mati secara default. Di Indonesia, anak di bawah 16 tahun tidak bisa chat tanpa persetujuan orang tua yang terverifikasi. Namun, sebagian game punya fitur pesan buatan pengembang, jadi tetap dampingi anak.
Apakah parental control bisa membatasi waktu bermain?
Bisa untuk anak hingga usia 13 tahun. Setelah itu, batas waktu dikelola remaja sendiri, sementara orang tua tetap dapat melihat sebagian informasi.
Bagaimana jika menu parental control tidak muncul?
Perbarui aplikasi, pastikan akun orang tua sudah tertaut dengan benar, dan cek apakah fitur tersedia untuk usia serta wilayah akunmu. Rujuk juga pusat bantuan Roblox.
Mengatur Parental Control di Roblox
Mengatur parental control di Roblox membantu orang tua menciptakan pengalaman bermain yang lebih sesuai untuk anak. Mulailah dengan menautkan dan memverifikasi akun orang tua, lalu tinjau tingkat konten, game, chat, teman, waktu bermain, dan pengeluaran sesuai usia anak. Ingat bahwa di Indonesia anak di bawah 16 tahun memerlukan persetujuan orang tua yang terverifikasi untuk fitur chat.
Fitur Roblox bisa berubah, jadi periksa pengaturan secara berkala. Yang terpenting, dampingi anak dan bangun komunikasi terbuka. Kombinasi pengaturan teknis, aturan keluarga yang jelas, dan kebiasaan digital yang sehat membuat anak bisa menikmati Roblox dengan lebih bijak dan orang tua lebih tenang. (*)
