Jpckemang.id – Pernah merasa hasil makeup kurang halus meski sudah memakai foundation dan bedak favorit? Bisa jadi masalahnya bukan pada produk, melainkan brush makeup yang lama tidak dibersihkan. Sisa foundation, minyak wajah, debu, dan kotoran bisa menumpuk di antara bulu kuas tanpa disadari.
Karena itu, mencuci brush makeup sebaiknya menjadi bagian dari rutinitas, bukan pekerjaan yang baru dilakukan saat kuas sudah sangat kotor. Kabar baiknya, kamu tidak perlu alat mahal. Air suam-suam kuku, sabun lembut, dan handuk bersih sudah cukup untuk sebagian besar kuas. Berikut langkah, jadwal, dan cara mengeringkannya.
Kenapa Brush Makeup Harus Dicuci?
Setiap kali dipakai, bulu kuas mengumpulkan sisa foundation, concealer, bedak, minyak kulit, sel kulit mati, dan debu. Menurut dokter kulit di Cleveland Clinic, sebagian besar produk makeup mengandung pengawet agar bakteri dan ragi tidak tumbuh. Namun, jika alat dibiarkan menumpuk residu selama berbulan-bulan, risiko infeksi bisa muncul, terutama bila kulit sedang luka. American Academy of Dermatology (AAD) juga menyarankan kuas dicuci secara rutin.
- Hasil makeup lebih rapi. Residu lama yang menggumpal mengganggu pemerataan produk.
- Warna lebih akurat. Residu warna sebelumnya bisa bercampur, terutama pada kuas eyeshadow.
- Kuas lebih nyaman dan awet. Bulu yang bersih lebih lembut, dan penumpukan produk yang membuat bulu kaku berkurang.
- Membantu menjaga kebersihan kulit. Lebih sedikit sisa produk dan kotoran yang berpindah ke wajah.
Meski begitu, kuas bersih bukan jaminan kulit bebas jerawat. Jerawat punya banyak penyebab. Tetapi merawat alat makeup adalah kebiasaan sederhana yang layak dilakukan.

Alat dan Bahan
- Air suam-suam kuku: melarutkan sisa produk tanpa perlu air panas.
- Sabun lembut: misalnya sampo bayi atau sabun cuci piring, atau pembersih khusus brush sesuai petunjuk produk.
- Mangkuk kecil: bila ingin menyiapkan larutan sabun.
- Handuk bersih: untuk menyerap air dan sebagai alas pengering.
- Permukaan datar dan tepi meja: untuk mengeringkan.
Hindari air mendidih, pemutih, atau pembersih keras tanpa petunjuk produsen. Bahan seperti itu bisa merusak bulu, lapisan gagang, atau perekat yang menyatukan kepala kuas dengan gagangnya.
Cara Mencuci Brush Makeup Langkah demi Langkah
1. Pisahkan Kuas Berdasarkan Jenis Produk
Kumpulkan semua kuas, lalu pisahkan untuk foundation, concealer, bedak, blush, dan eyeshadow. Kuas untuk produk cair atau krim biasanya residunya lebih pekat daripada kuas bedak, jadi cuci yang lebih ringan dulu, baru yang lebih kotor.
2. Basahi Bulu dengan Air Suam-Suam Kuku
Pegang kuas dengan kepala menghadap ke bawah, lalu alirkan air hanya pada bulunya. Jaga agar air tidak banyak mengenai sambungan logam (ferrule) karena di dalamnya ada perekat yang bisa melemah bila sering terkena air, sehingga kepala kuas longgar. Jangan merendam seluruh kuas.
3. Beri Sabun Secukupnya
Tuang sedikit sabun lembut ke telapak tangan yang bersih atau permukaan pembersih brush. Tidak perlu banyak, karena busa berlebih membuat pembilasan lebih lama. Untuk bulu alami atau kuas berlapis khusus, ikuti rekomendasi produsen.
4. Pijat Bulu Perlahan
Putar ujung bulu secara lembut dengan gerakan melingkar kecil sampai sisa produk terangkat. Jika kuas sangat kotor, ulangi beberapa kali. Jangan menekan, menarik, atau menggosok kasar karena bulu bisa rontok, berubah bentuk, atau jadi kasar.
5. Bilas sampai Air Jernih
Bilas di bawah air mengalir dengan kepala kuas menghadap ke bawah, sambil membantu melepas sisa sabun dengan jari. Jika air masih berwarna atau terasa licin, ulangi pencucian dan pembilasan. Jangan berhenti hanya karena permukaan tampak bersih, karena residu bisa tertinggal di tengah bulu, terutama pada brush foundation yang padat.
6. Tekan Lembut untuk Mengeluarkan Air
Tekan bulu perlahan dari pangkal ke ujung, lalu tepuk dengan handuk bersih. Jangan memelintir atau memeras kuat karena bisa merusak bentuk bulu dan melonggarkan perekat.
7. Bentuk Kembali Bulu
Saat masih lembap, rapikan kepala kuas dengan jari sesuai bentuk aslinya, misalnya bulat, pipih, atau meruncing. Lakukan dengan lembut dan jangan menarik bulu satu per satu.
8. Keringkan dengan Posisi yang Benar
Letakkan kuas mendatar di atas handuk bersih, dengan bagian bulu menggantung sedikit di tepi meja. Dokter kulit di Cleveland Clinic menyarankan cara ini agar bulu tidak patah. Biarkan mengering semalaman di tempat bersih dengan sirkulasi udara baik. Hindari menaruh kuas yang masih lembap di wadah tertutup, dan jangan memakai udara panas langsung dari hair dryer. Waktu kering bergantung pada ukuran dan kepadatan bulu, jadi pastikan bagian dalamnya benar-benar kering sebelum dipakai.
Seberapa Sering Harus Dicuci?
Frekuensi bergantung pada jenis produk dan seberapa sering kuas dipakai. Menurut Cleveland Clinic, kuas untuk produk cair (foundation, concealer) dicuci seminggu sekali, kuas di sekitar mata setiap dua minggu, dan kuas untuk produk kering (bedak, blush) sekitar sebulan sekali. AAD memberi panduan umum 7-10 hari. Gunakan sebagai panduan praktis, bukan aturan mutlak.
| Jenis brush | Panduan frekuensi | Alasan |
|---|---|---|
| Foundation dan concealer | Sekitar seminggu sekali | Terkena produk cair atau krim |
| Eyeshadow dan eyeliner | Sekitar dua minggu sekali | Dipakai di area mata yang lebih rentan infeksi |
| Bedak dan blush | Sekitar sebulan sekali, lebih cepat bila terlihat kotor | Residu bedak dan minyak kulit |
| Spons, puff, beauty blender | Lebih sering, sesuai petunjuk | Menyerap makeup dan lembap, rentan bakteri |
Jika kuas terlihat kotor, dipakai di kulit yang sedang bermasalah, atau terkena produk yang terkontaminasi, cuci lebih cepat. Untuk kuas di area mata, jangan menunggu residu menumpuk. Agar konsisten, tentukan satu hari khusus tiap minggu, misalnya akhir pekan untuk kuas foundation.
Membersihkan Brush Foundation yang Padat
Brush foundation lebih menantang karena produk cair dan krim menempel rapat di antara bulu. Basahi ujung bulu dengan air suam-suam kuku, beri sedikit sabun, pijat dengan gerakan melingkar, lalu bilas sampai jernih. Jika masih ada sisa, ulangi. Kuas yang padat membutuhkan waktu kering lebih lama, jadi jangan langsung memasukkannya ke pouch.
Kuas untuk Area Mata
Brush eyeshadow dan eyeliner dipakai dekat mata, jadi sisa pigmen, minyak, dan produk bisa berpindah ke kelopak mata. Bersihkan dengan cara yang sama, pastikan sabun terbilas habis, dan keringkan sepenuhnya. Jangan berbagi kuas mata dengan orang lain. Jika mata sangat merah, berair, atau nyeri setelah memakai makeup, hentikan alat yang dicurigai dan hubungi dokter. Keluhan mata yang berat atau menetap tidak cukup diatasi dengan membersihkan kuas.
Menyimpan Kuas Setelah Dicuci
Setelah benar-benar kering, simpan di tempat bersih dan tidak terlalu lembap, misalnya wadah brush atau laci khusus. Jika memakai pouch, pastikan bulu sudah kering seluruhnya. Pisahkan alat yang sudah bersih dari yang belum dicuci agar tidak terkontaminasi ulang. Periksa kondisi kuas secara berkala. Jika bulu banyak rontok, terasa kasar meski sudah dicuci, berubah bentuk permanen, atau gagang longgar, pertimbangkan menggantinya.
FAQ Seputar Mencuci Brush Makeup
Bolehkah memakai sampo bayi?
Bisa. Sampo bayi atau sabun lembut lain cocok untuk banyak jenis kuas, asalkan mudah dibilas dan dipakai sedikit. Ikuti petunjuk produsen jika ada. Pembersih khusus brush juga pilihan.
Apakah harus dicuci setiap hari?
Tidak. Panduan umum: kuas produk cair seminggu sekali, kuas mata dua minggu sekali, kuas bedak dan blush sebulan sekali. Kuas yang terlihat kotor atau dipakai pada kulit bermasalah perlu dicuci lebih cepat.
Bolehkah dikeringkan dengan hair dryer?
Sebaiknya tidak. Udara panas langsung bisa memengaruhi bentuk bulu dan merusak bahan tertentu. Biarkan mengering alami, mendatar di atas handuk bersih.
Berapa lama kuas kering setelah dicuci?
Bergantung pada ukuran, kepadatan bulu, dan kelembapan ruangan. Brush foundation yang padat bisa butuh semalaman atau lebih. Pastikan bagian dalam bulu juga kering.
Bolehkah berbagi brush dengan teman?
Sebaiknya jangan, terutama kuas area mata dan saat kulit sedang iritasi atau infeksi. Berbagi alat bisa memindahkan residu dan mikroorganisme.
Apakah mencuci brush bisa menghilangkan jerawat?
Dapat membantu mengurangi penumpukan kotoran pada alat, tetapi tidak menjamin jerawat hilang. Jika jerawat menetap, memburuk, atau meninggalkan bekas, konsultasikan ke dokter kulit.
Cara Mencuci Brush Makeup
Cara mencuci brush makeup yang benar cukup sederhana: basahi bulu dengan air suam-suam kuku, pakai sabun lembut, pijat perlahan, bilas sampai bersih, lalu keringkan mendatar di tempat bersih. Hindari merendam seluruh kuas dan jangan menyimpannya saat lembap agar alat lebih awet.
Jadikan mencuci kuas kebiasaan rutin, terutama untuk kuas foundation, concealer, dan area mata. Jangan menunggu kuas sangat kotor, dan jangan lupa membersihkan spons dan puff juga. Dengan jadwal yang konsisten, makeup lebih nyaman diaplikasikan, alat lebih terawat, dan rutinitasmu lebih higienis. (*)
