Jpckemang.id – Belanja skincare sekarang makin gampang. Facial wash, toner, serum, moisturizer, sampai sunscreen bisa ditemukan di marketplace dan media sosial dengan harga dan promo yang menggoda. Sebelum buru-buru checkout, luangkan waktu sebentar untuk cek skincare lewat situs resmi Cek BPOM. Prosesnya bisa dilakukan lewat HP, tanpa harus datang ke kantor BPOM.

Namun, ada satu jebakan: nomor BPOM di kemasan belum tentu asli, karena nomor bisa disalahgunakan. Jadi, yang paling penting bukan hanya mencari nomor, tetapi mencocokkan hasil pencarian dengan produk yang benar-benar akan kamu beli.

Cara Cek Skincare BPOM Asli di Cek BPOM

Kenapa Skincare Perlu Dicek?

BPOM adalah lembaga pemerintah yang mengawasi obat dan makanan, termasuk kosmetik. Kosmetik yang beredar di Indonesia wajib memiliki izin edar berupa notifikasi. Dengan mengecek informasi produk di sumber resmi, kamu bisa tahu apakah data produk tercatat di basis data BPOM dan sesuai dengan yang ditawarkan.

Langkah ini penting karena skincare dipakai langsung pada kulit. Produk yang tidak memenuhi ketentuan atau mengandung bahan terlarang bisa menimbulkan risiko, dari iritasi hingga dampak kesehatan yang lebih serius. Meski begitu, notifikasi BPOM bukan jaminan produk cocok untuk semua kulit. Kamu tetap perlu memperhatikan komposisi, petunjuk pemakaian, dan reaksi kulit.

Baca Juga:  Cara Cek Produk Kosmetik Ilegal di BPOM agar Tidak Salah Beli

Cara Cek Skincare di Website Cek BPOM

1. Buka Situs Resmi

Buka browser di HP atau komputer dan kunjungi cekbpom.pom.go.id. Pastikan domainnya benar. Hindari memasukkan data lewat situs yang hanya mirip tampilannya.

2. Siapkan Data dari Kemasan

Catat nama produk lengkap, merek, dan nomor notifikasi dari label. Jika membeli online, minta foto kemasan yang jelas dari penjual. Nomor harus terbaca utuh, bukan tertutup stiker atau terpotong.

3. Masukkan Satu Data ke Kolom Pencarian

Kamu bisa mencari dengan nomor registrasi, nama produk, atau merek. Nomor notifikasi biasanya paling spesifik. Jika hasil tidak muncul, periksa ulang penulisan angka dan hurufnya, lalu coba cari dengan nama produk atau merek.

4. Baca dan Cocokkan Hasil

Jika produk ditemukan, halaman hasil biasanya menampilkan nomor registrasi, nama produk, tanggal terbit, diterbitkan oleh, jenis produk, bentuk produk, merek, kemasan, pendaftar, dan produsen. Cocokkan data tersebut dengan produk di tanganmu atau foto dari penjual:

  • Apakah nama produk dan merek persis sama?
  • Apakah bentuk produk sesuai (serum, krim, lotion, dan sebagainya)?
  • Apakah ukuran kemasan cocok dengan yang tertera?
  • Apakah nama pendaftar dan produsen sama dengan yang tertulis di label?
  • Apakah nomor notifikasi di kemasan persis sama dengan nomor di hasil pencarian?

Cara Membaca Nomor Notifikasi

Nomor notifikasi kosmetik diawali huruf N, diikuti satu huruf kode benua, lalu 11 digit angka, misalnya NA12345678901 (hanya contoh format, bukan nomor produk nyata). Huruf kedua menunjukkan kode benua tempat produk dibuat:

Awalan Wilayah produksi
NA Asia, termasuk Indonesia
NB Australia
NC Eropa
ND Afrika
NE Amerika

Jangan menentukan keaslian hanya dari awalan nomor. Pemeriksaan tetap harus lewat basis data resmi. Perlu diingat juga, satu notifikasi berlaku untuk satu nama produk. Varian dengan aroma, warna, atau formulasi baru dapat memiliki notifikasi sendiri, jadi cocokkan nama varian yang kamu beli. Sumber pelaku usaha menyebut masa berlaku notifikasi sekitar tiga tahun, jadi perhatikan juga informasi tanggal dan status pada halaman hasil.

Baca Juga:  Benarkah Ada Beasiswa Bank Mandiri Taspen–LPDP 2026? Ini Faktanya

Tiga Skenario Hasil Pencarian

Skenario Artinya Tindakan
1. Data muncul dan semuanya cocok Produk tercatat dan informasinya sesuai dengan yang ditawarkan. Lanjutkan dengan memeriksa kemasan, label, dan kedaluwarsa.
2. Nomor valid, tapi data produk berbeda Nomor bisa saja dipinjam dari produk lain. Ini tanda bahaya yang kuat. Tunda pembelian, minta klarifikasi, dan hubungi BPOM.
3. Tidak ada hasil Bisa salah ketik, atau produk memang tidak memiliki notifikasi yang sesuai. Periksa ulang penulisan, cari dengan nama atau merek, lalu tunda pembelian jika tetap tidak ada.

Satu sumber menyebut jika data tidak muncul atau berbeda, produk dapat dipastikan memakai nomor palsu. Agar adil, pastikan lebih dulu tidak ada salah ketik. Meski begitu, jika setelah dicek ulang datanya tetap tidak cocok, anggap produk itu bermasalah sampai terbukti sebaliknya dan jangan dipakai.

Cek Lewat Aplikasi BPOM Mobile

Selain situs, kamu bisa memakai aplikasi resmi BPOM Mobile dari toko aplikasi. Pilih fitur scan produk bila ada barcode 2D di kemasan, atau cek nomor izin edar dengan memasukkan nomor registrasi, nama produk, atau nama produsen. Hasilnya tetap harus kamu cocokkan dengan kemasan. Jangan hanya percaya pada tangkapan layar dari penjual.

Ciri Skincare yang Patut Dicurigai

  • Nomor tidak bisa dicocokkan setelah diperiksa ulang.
  • Label tidak lengkap, misalnya komposisi, petunjuk pemakaian, atau identitas pendaftar tidak jelas.
  • Kemasan mencurigakan: segel terbuka, tulisan buram, atau informasi tidak konsisten.
  • Harga tidak masuk akal tanpa penjelasan wajar.
  • Klaim berlebihan, misalnya hasil drastis dalam waktu sangat singkat.
  • Penjual menghindari pertanyaan dan tidak mau memberi foto label atau nomor.

Jangan mengandalkan satu ciri saja. Gabungkan pemeriksaan data resmi, kemasan, label, kondisi produk, dan reputasi penjual.

Terapkan Juga Cek KLIK

Poin Yang dicek
Kemasan Tidak bocor, rusak, menggelembung, atau penyok
Label Nama produk, komposisi, cara pakai, dan informasi penting lain jelas terbaca
Izin edar Nomor notifikasi cocok dengan data resmi BPOM
Kedaluwarsa Belum melewati tanggal kedaluwarsa; perhatikan masa pakai setelah dibuka
Baca Juga:  BPJS Kesehatan untuk Bayi Baru Lahir, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Apakah Skincare Terdaftar BPOM Pasti Cocok untuk Kulit?

Belum tentu. Notifikasi berkaitan dengan pemenuhan ketentuan regulasi, bukan jaminan hasil atau kecocokan di semua kulit. Produk untuk kulit berminyak belum tentu nyaman untuk kulit kering atau sensitif. Setelah produk terverifikasi, baca komposisi dan petunjuk pemakaian, lakukan uji tempel di area kecil sebelum dipakai ke seluruh wajah, dan hentikan jika muncul rasa terbakar, bengkak, atau kemerahan berat. Cari bantuan medis bila perlu.

Tips Aman Beli Skincare Online

  • Pilih toko resmi merek atau penjual dengan reputasi baik.
  • Cek data produk di situs resmi BPOM sebelum membayar, bukan setelah.
  • Periksa sendiri hasil pencarian. Jangan hanya percaya tangkapan layar dari penjual.
  • Waspadai klaim instan dan promosi berlebihan.
  • Simpan bukti transaksi dan foto produk bila perlu mengajukan keluhan.
  • Periksa segel, label, dan kedaluwarsa saat barang tiba.

Jika menemukan produk yang diduga ilegal atau nomornya disalahgunakan, dokumentasikan informasinya dan laporkan lewat kanal resmi BPOM. Hindari menyebarkan tuduhan tanpa bukti.

FAQ Seputar Cek Skincare BPOM

Apakah cek skincare BPOM bisa lewat HP?

Bisa. Buka cekbpom.pom.go.id lewat browser HP, atau gunakan aplikasi BPOM Mobile, lalu cari berdasarkan nomor, nama produk, atau merek.

Bagaimana jika nomor ada di kemasan tapi tidak ditemukan?

Periksa ulang penulisan, coba cari dengan nama produk atau merek. Jika tetap tidak ada atau hasilnya berbeda, tunda pembelian dan konfirmasi ke BPOM sebelum memakainya.

Apakah skincare terdaftar BPOM pasti asli?

Tidak otomatis. Nomor valid bisa saja dipinjam produk lain. Cocokkan nama produk, merek, pendaftar, dan nomor dengan data resmi.

Apakah terdaftar BPOM berarti aman untuk semua kulit?

Tidak. Pengecekan legalitas tidak menjamin kecocokan. Baca komposisi, lakukan uji tempel, dan hentikan jika muncul reaksi mengkhawatirkan.

Apa arti NA, NB, NC pada nomor BPOM?

Huruf kedua adalah kode benua tempat kosmetik dibuat: NA Asia (termasuk Indonesia), NB Australia, NC Eropa, ND Afrika, NE Amerika.

Skincare BPOM Asli

Cara cek skincare BPOM sebenarnya mudah: buka cekbpom.pom.go.id, masukkan nomor, nama produk, atau merek, lalu cocokkan seluruh data hasil pencarian dengan kemasan. Jangan berhenti pada ada tidaknya nomor. Periksa juga nama produk, bentuk sediaan, pendaftar, kemasan, label, dan kedaluwarsa.

Jika data tidak ditemukan atau berbeda, tunda pembelian sampai statusnya jelas. Dengan satu langkah sederhana sebelum checkout, kamu bisa berbelanja skincare dengan lebih cermat dan mengurangi risiko membeli produk yang tidak jelas statusnya. (*)