Kumpulan latihan soal kenaikan titik didih dapat membantu siswa memahami salah satu materi penting dalam sifat koligatif larutan. Materi ini tidak hanya menuntut kemampuan menghafal rumus, tetapi juga ketelitian dalam menentukan molalitas, jumlah mol zat terlarut, massa pelarut, serta faktor van’t Hoff pada larutan elektrolit.
Secara sederhana, kenaikan titik didih terjadi ketika zat terlarut ditambahkan ke dalam suatu pelarut sehingga titik didih larutan menjadi lebih tinggi dibandingkan titik didih pelarut murni. Besarnya perubahan tersebut bergantung pada jumlah partikel zat terlarut yang terdapat dalam larutan.
Karena itu, larutan elektrolit seperti NaCl dan CaCl₂ dapat memberikan kenaikan titik didih yang berbeda dibandingkan larutan nonelektrolit seperti glukosa atau urea, meskipun jumlah mol dan massa pelarut yang digunakan sama. Untuk membantu latihan, berikut 30 soal kenaikan titik didih lengkap dengan pilihan jawaban dan pembahasannya.
Rumus Kenaikan Titik Didih
Rumus dasar kenaikan titik didih untuk larutan nonelektrolit adalah:
ΔTb = Kb × m
Sementara untuk larutan elektrolit, faktor van’t Hoff perlu diperhitungkan:
ΔTb = Kb × m × i
Keterangan:
- ΔTb = kenaikan titik didih
- Kb = konstanta kenaikan titik didih pelarut
- m = molalitas larutan
- i = faktor van’t Hoff
Untuk menentukan molalitas, gunakan rumus:
m = mol zat terlarut ÷ kg pelarut
Jika yang ditanyakan adalah titik didih akhir larutan, rumusnya:
Tb larutan = Tb pelarut + ΔTb
Pada air, nilai Kb yang digunakan dalam soal-soal berikut adalah 0,52 °C/m.
30 Soal Kenaikan Titik Didih
Soal Nomor 1
Sebanyak 0,5 mol glukosa dilarutkan dalam 1 kg air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, berapakah kenaikan titik didih larutan?
A. 0,13 °C
B. 0,26 °C
C. 0,52 °C
D. 1,04 °C
E. 1,56 °C
Jawaban: B. 0,26 °C
Pembahasan:
Molalitas:
m = 0,5 ÷ 1 = 0,5 m
Glukosa merupakan nonelektrolit sehingga i = 1.
ΔTb = 0,52 × 0,5 × 1
ΔTb = 0,26 °C
Jadi, kenaikan titik didih larutan adalah 0,26 °C.
Soal Nomor 2
Sebanyak 1 mol urea dilarutkan dalam 2 kg air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didih larutan adalah …
A. 0,13 °C
B. 0,26 °C
C. 0,39 °C
D. 0,52 °C
E. 1,04 °C
Jawaban: B. 0,26 °C
Pembahasan:
m = 1 ÷ 2 = 0,5 m
Urea merupakan nonelektrolit sehingga i = 1.
ΔTb = 0,52 × 0,5
ΔTb = 0,26 °C
Jadi, kenaikan titik didihnya adalah 0,26 °C.
Soal Nomor 3
Sebanyak 0,2 mol zat nonelektrolit dilarutkan dalam 500 gram air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didih larutan adalah …
A. 0,104 °C
B. 0,208 °C
C. 0,312 °C
D. 0,416 °C
E. 0,520 °C
Jawaban: B. 0,208 °C
Pembahasan:
500 gram = 0,5 kg
m = 0,2 ÷ 0,5 = 0,4 m
ΔTb = 0,52 × 0,4
ΔTb = 0,208 °C
Soal Nomor 4
Larutan glukosa mempunyai molalitas 1,5 m. Jika Kb air = 0,52 °C/m, berapakah kenaikan titik didihnya?
A. 0,52 °C
B. 0,78 °C
C. 1,04 °C
D. 1,30 °C
E. 1,56 °C
Jawaban: B. 0,78 °C
Pembahasan:
Glukosa merupakan nonelektrolit.
ΔTb = 0,52 × 1,5
ΔTb = 0,78 °C
Soal Nomor 5
Titik didih air murni adalah 100 °C. Jika sebuah larutan mempunyai kenaikan titik didih sebesar 0,52 °C, berapakah titik didih larutan tersebut?
A. 99,48 °C
B. 100,26 °C
C. 100,52 °C
D. 101,04 °C
E. 101,52 °C
Jawaban: C. 100,52 °C
Pembahasan:
Tb larutan = 100 + 0,52
= 100,52 °C
Soal Nomor 6
Sebanyak 0,1 mol NaCl dilarutkan dalam 1 kg air. Jika NaCl terionisasi sempurna dan Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didih larutan adalah …
A. 0,052 °C
B. 0,104 °C
C. 0,156 °C
D. 0,208 °C
E. 0,260 °C
Jawaban: B. 0,104 °C
Pembahasan:
m = 0,1 ÷ 1 = 0,1 m
NaCl terurai menjadi dua ion:
NaCl → Na⁺ + Cl⁻
Jadi, i = 2.
ΔTb = 0,52 × 0,1 × 2
= 0,104 °C
Soal Nomor 7
Sebanyak 0,2 mol CaCl₂ dilarutkan dalam 1 kg air. Jika CaCl₂ terionisasi sempurna dan Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,208 °C
B. 0,312 °C
C. 0,416 °C
D. 0,624 °C
E. 0,832 °C
Jawaban: B. 0,312 °C
Pembahasan:
m = 0,2 ÷ 1 = 0,2 m
CaCl₂ terionisasi:
CaCl₂ → Ca²⁺ + 2Cl⁻
Jumlah partikel ion = 3 sehingga i = 3.
ΔTb = 0,52 × 0,2 × 3
= 0,312 °C
Jadi, pilihan yang tepat adalah B.
Soal Nomor 8
Larutan KCl 0,5 m dalam air mempunyai faktor van’t Hoff sebesar 2. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,26 °C
B. 0,39 °C
C. 0,52 °C
D. 0,78 °C
E. 1,04 °C
Jawaban: C. 0,52 °C
Pembahasan:
ΔTb = 0,52 × 0,5 × 2
= 0,52 °C
Soal Nomor 9
Sebanyak 0,3 mol sukrosa dilarutkan dalam 1,5 kg air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didih larutan adalah …
A. 0,052 °C
B. 0,104 °C
C. 0,156 °C
D. 0,208 °C
E. 0,312 °C
Jawaban: B. 0,104 °C
Pembahasan:
m = 0,3 ÷ 1,5 = 0,2 m
Sukrosa merupakan nonelektrolit.
ΔTb = 0,52 × 0,2
= 0,104 °C
Soal Nomor 10
Larutan nonelektrolit mempunyai molalitas 2 m. Jika Kb air = 0,52 °C/m dan titik didih air murni 100 °C, titik didih larutan adalah …
A. 100,52 °C
B. 101,04 °C
C. 101,52 °C
D. 102,04 °C
E. 102,52 °C
Jawaban: B. 101,04 °C
Pembahasan:
ΔTb = 0,52 × 2
= 1,04 °C
Tb larutan = 100 + 1,04
= 101,04 °C
Soal Nomor 11
Sebanyak 0,4 mol glukosa dilarutkan dalam 2 kg air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,052 °C
B. 0,104 °C
C. 0,156 °C
D. 0,208 °C
E. 0,416 °C
Jawaban: B. 0,104 °C
Pembahasan:
m = 0,4 ÷ 2 = 0,2 m
ΔTb = 0,52 × 0,2
= 0,104 °C
Soal Nomor 12
Sebanyak 18 gram glukosa dengan Mr 180 dilarutkan dalam 500 gram air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didih larutan adalah …
A. 0,052 °C
B. 0,104 °C
C. 0,156 °C
D. 0,208 °C
E. 0,520 °C
Jawaban: B. 0,104 °C
Pembahasan:
Mol glukosa:
18 ÷ 180 = 0,1 mol
500 gram = 0,5 kg
m = 0,1 ÷ 0,5 = 0,2 m
ΔTb = 0,52 × 0,2
= 0,104 °C
Soal Nomor 13
Sebanyak 5,85 gram NaCl dengan Mr 58,5 dilarutkan dalam 500 gram air. Jika NaCl terionisasi sempurna dan Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,104 °C
B. 0,208 °C
C. 0,312 °C
D. 0,416 °C
E. 0,520 °C
Jawaban: B. 0,208 °C
Pembahasan:
Mol NaCl:
5,85 ÷ 58,5 = 0,1 mol
500 gram = 0,5 kg
m = 0,1 ÷ 0,5 = 0,2 m
Karena NaCl menghasilkan dua ion, i = 2.
ΔTb = 0,52 × 0,2 × 2
= 0,208 °C
Soal Nomor 14
Sebanyak 11,1 gram CaCl₂ dengan Mr 111 dilarutkan dalam 500 gram air. Jika CaCl₂ terionisasi sempurna dan Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didih larutan adalah …
A. 0,208 °C
B. 0,312 °C
C. 0,416 °C
D. 0,624 °C
E. 0,832 °C
Jawaban: B. 0,312 °C
Pembahasan:
Mol CaCl₂:
11,1 ÷ 111 = 0,1 mol
Massa pelarut = 0,5 kg
m = 0,1 ÷ 0,5 = 0,2 m
CaCl₂ menghasilkan tiga ion sehingga i = 3.
ΔTb = 0,52 × 0,2 × 3
= 0,312 °C
Soal Nomor 15
Titik didih air murni adalah 100 °C. Sebuah larutan nonelektrolit mempunyai kenaikan titik didih 0,78 °C. Titik didih larutan tersebut adalah …
A. 99,22 °C
B. 100,22 °C
C. 100,52 °C
D. 100,78 °C
E. 101,78 °C
Jawaban: D. 100,78 °C
Pembahasan:
Tb larutan = 100 + 0,78
= 100,78 °C
Soal Nomor 16
Larutan urea mempunyai molalitas 0,75 m. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didih larutan adalah …
A. 0,26 °C
B. 0,39 °C
C. 0,52 °C
D. 0,78 °C
E. 1,04 °C
Jawaban: B. 0,39 °C
Pembahasan:
Urea merupakan nonelektrolit.
ΔTb = 0,52 × 0,75
= 0,39 °C
Soal Nomor 17
Dua larutan mempunyai kondisi berikut:
- Larutan A: glukosa 0,5 m
- Larutan B: NaCl 0,5 m dan terionisasi sempurna
Larutan yang mempunyai kenaikan titik didih lebih besar adalah …
A. Larutan A karena glukosa lebih besar
B. Larutan B karena menghasilkan lebih banyak partikel
C. Keduanya sama karena molalitas sama
D. Larutan A karena bukan elektrolit
E. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: B. Larutan B karena menghasilkan lebih banyak partikel
Pembahasan:
Glukosa memiliki i = 1, sedangkan NaCl yang terionisasi sempurna mempunyai i = 2.
Dengan molalitas yang sama, nilai ΔTb NaCl menjadi dua kali lebih besar daripada glukosa.
Hal ini menunjukkan bahwa sifat koligatif dipengaruhi oleh jumlah partikel efektif zat terlarut.
Soal Nomor 18
Sebanyak 0,2 mol zat nonelektrolit dilarutkan dalam 400 gram air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didih larutan adalah …
A. 0,156 °C
B. 0,208 °C
C. 0,260 °C
D. 0,520 °C
E. 1,040 °C
Jawaban: C. 0,260 °C
Pembahasan:
400 gram = 0,4 kg
m = 0,2 ÷ 0,4 = 0,5 m
ΔTb = 0,52 × 0,5
= 0,26 °C
Soal Nomor 19
Suatu larutan elektrolit mempunyai molalitas 0,4 m dan faktor van’t Hoff 2. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,208 °C
B. 0,312 °C
C. 0,416 °C
D. 0,624 °C
E. 0,832 °C
Jawaban: C. 0,416 °C
Pembahasan:
ΔTb = 0,52 × 0,4 × 2
= 0,416 °C
Soal Nomor 20
Larutan A dibuat dengan melarutkan 0,5 mol glukosa ke dalam 1 kg air. Larutan B dibuat dengan melarutkan 0,5 mol NaCl ke dalam 1 kg air. Jika NaCl terionisasi sempurna, pernyataan yang benar adalah …
A. Kenaikan titik didih A lebih besar daripada B
B. Kenaikan titik didih A sama dengan B
C. Kenaikan titik didih B lebih besar daripada A
D. Kedua larutan tidak mengalami kenaikan titik didih
E. Tidak dapat dibandingkan
Jawaban: C. Kenaikan titik didih B lebih besar daripada A
Pembahasan:
Larutan A:
ΔTb = 0,52 × 0,5 × 1
= 0,26 °C
Larutan B:
ΔTb = 0,52 × 0,5 × 2
= 0,52 °C
Jadi, kenaikan titik didih larutan B lebih besar.
Soal Nomor 21
Sebanyak 0,3 mol urea dilarutkan dalam 600 gram air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,13 °C
B. 0,26 °C
C. 0,39 °C
D. 0,52 °C
E. 0,78 °C
Jawaban: B. 0,26 °C
Pembahasan:
600 gram = 0,6 kg
m = 0,3 ÷ 0,6 = 0,5 m
ΔTb = 0,52 × 0,5
= 0,26 °C
Soal Nomor 22
Sebanyak 9 gram glukosa dengan Mr 180 dilarutkan dalam 500 gram air. Jika Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,026 °C
B. 0,052 °C
C. 0,078 °C
D. 0,104 °C
E. 0,156 °C
Jawaban: B. 0,052 °C
Pembahasan:
Mol glukosa:
9 ÷ 180 = 0,05 mol
Massa pelarut = 0,5 kg
m = 0,05 ÷ 0,5 = 0,1 m
ΔTb = 0,52 × 0,1
= 0,052 °C
Soal Nomor 23
Sebanyak 11,7 gram NaCl dengan Mr 58,5 dilarutkan dalam 1 kg air. Jika NaCl terionisasi sempurna dan Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,104 °C
B. 0,208 °C
C. 0,312 °C
D. 0,416 °C
E. 0,520 °C
Jawaban: B. 0,208 °C
Pembahasan:
Mol NaCl:
11,7 ÷ 58,5 = 0,2 mol
m = 0,2 ÷ 1 = 0,2 m
NaCl menghasilkan dua ion.
ΔTb = 0,52 × 0,2 × 2
= 0,208 °C
Soal Nomor 24
Sebanyak 22,2 gram CaCl₂ dengan Mr 111 dilarutkan dalam 1 kg air. Jika CaCl₂ terionisasi sempurna dan Kb air = 0,52 °C/m, kenaikan titik didihnya adalah …
A. 0,208 °C
B. 0,312 °C
C. 0,416 °C
D. 0,624 °C
E. 0,936 °C
Jawaban: B. 0,312 °C
Pembahasan:
Mol CaCl₂:
22,2 ÷ 111 = 0,2 mol
m = 0,2 ÷ 1 = 0,2 m
CaCl₂ menghasilkan tiga ion.
ΔTb = 0,52 × 0,2 × 3
= 0,312 °C
Soal Nomor 25
Larutan urea mempunyai molalitas 1,25 m. Jika Kb air = 0,52 °C/m dan titik didih air murni 100 °C, titik didih larutan adalah …
A. 100,52 °C
B. 100,65 °C
C. 100,75 °C
D. 101,25 °C
E. 101,50 °C
Jawaban: B. 100,65 °C
Pembahasan:
ΔTb = 0,52 × 1,25
= 0,65 °C
Tb larutan = 100 + 0,65
= 100,65 °C
Soal Nomor 26
Dua larutan mempunyai molalitas sama, yaitu 0,5 m. Larutan A berupa glukosa, sedangkan larutan B berupa KCl yang terionisasi sempurna. Jika Kb air = 0,52 °C/m, perbandingan kenaikan titik didih A dan B adalah …
A. A : B = 1 : 1
B. A : B = 1 : 2
C. A : B = 2 : 1
D. A : B = 1 : 3
E. A : B = 3 : 1
Jawaban: B. A : B = 1 : 2
Pembahasan:
Glukosa memiliki i = 1.
ΔTb A = 0,52 × 0,5 × 1
= 0,26 °C
KCl terionisasi menjadi K⁺ dan Cl⁻ sehingga i = 2.
ΔTb B = 0,52 × 0,5 × 2
= 0,52 °C
Perbandingannya:
0,26 : 0,52 = 1 : 2
Soal Nomor 27
Suatu larutan nonelektrolit mempunyai kenaikan titik didih sebesar 1,04 °C. Jika Kb air = 0,52 °C/m, molalitas larutan tersebut adalah …
A. 0,5 m
B. 1 m
C. 1,5 m
D. 2 m
E. 2,5 m
Jawaban: D. 2 m
Pembahasan:
Karena larutan nonelektrolit, i = 1.
1,04 = 0,52 × m
m = 1,04 ÷ 0,52
= 2 m
Soal Nomor 28
Sebanyak 0,25 mol zat nonelektrolit dilarutkan dalam sejumlah air. Jika molalitas larutan adalah 0,5 m, massa air yang digunakan adalah …
A. 250 gram
B. 400 gram
C. 500 gram
D. 750 gram
E. 1.000 gram
Jawaban: C. 500 gram
Pembahasan:
m = mol zat terlarut ÷ kg pelarut
0,5 = 0,25 ÷ kg pelarut
kg pelarut = 0,25 ÷ 0,5
= 0,5 kg
0,5 kg = 500 gram
Soal Nomor 29
Larutan NaCl mempunyai molalitas 0,75 m. Jika NaCl terionisasi sempurna, Kb air = 0,52 °C/m, dan titik didih air murni 100 °C, titik didih larutan adalah …
A. 100,39 °C
B. 100,52 °C
C. 100,65 °C
D. 100,78 °C
E. 101,04 °C
Jawaban: D. 100,78 °C
Pembahasan:
NaCl menghasilkan dua ion sehingga i = 2.
ΔTb = 0,52 × 0,75 × 2
= 0,78 °C
Tb larutan = 100 + 0,78
= 100,78 °C
Soal Nomor 30
Larutan A mengandung 0,5 mol glukosa dalam 1 kg air, sedangkan larutan B mengandung 0,2 mol NaCl dalam 1 kg air. Jika NaCl terionisasi sempurna dan Kb air = 0,52 °C/m, larutan yang mempunyai kenaikan titik didih lebih besar adalah …
A. Larutan A karena jumlah mol glukosa lebih besar
B. Larutan B karena menghasilkan lebih banyak partikel
C. Keduanya sama besar
D. Larutan A karena glukosa lebih mudah larut
E. Tidak dapat ditentukan
Jawaban: A. Larutan A
Pembahasan:
Larutan A:
m = 0,5 m
i = 1
ΔTb A = 0,52 × 0,5 × 1
= 0,26 °C
Larutan B:
m = 0,2 m
i = 2
ΔTb B = 0,52 × 0,2 × 2
= 0,208 °C
Karena 0,26 °C lebih besar daripada 0,208 °C, maka larutan A mempunyai kenaikan titik didih yang lebih besar.
Tips Cepat Mengerjakan Soal Kenaikan Titik Didih
Ada beberapa langkah yang bisa digunakan agar perhitungan soal sifat koligatif menjadi lebih mudah.
1. Periksa jenis zat terlarut
Tentukan terlebih dahulu apakah zat yang digunakan merupakan elektrolit atau nonelektrolit. Glukosa, sukrosa, dan urea dalam konteks soal ini diperlakukan sebagai nonelektrolit sehingga i = 1.
Untuk elektrolit yang diasumsikan terionisasi sempurna, jumlah ion perlu diperhatikan.
2. Ubah massa pelarut ke kilogram
Molalitas menggunakan satuan kilogram pelarut. Jadi, jika soal memberikan massa air dalam gram, ubah terlebih dahulu.
Contohnya:
500 gram = 0,5 kg
3. Hitung molalitas
Jika jumlah mol zat terlarut sudah diketahui, gunakan:
m = mol zat terlarut ÷ kg pelarut
Jika yang diberikan berupa massa zat dan Mr, hitung mol terlebih dahulu:
mol = massa ÷ Mr
4. Gunakan faktor van’t Hoff
Untuk elektrolit, gunakan:
ΔTb = Kb × m × i
Nilai i bergantung pada jumlah partikel yang terbentuk setelah ionisasi berdasarkan asumsi soal.
5. Bedakan ΔTb dengan titik didih akhir
ΔTb hanya menunjukkan besar kenaikan suhu didih. Jika soal menanyakan titik didih akhir, hasil tersebut harus ditambahkan dengan titik didih pelarut murni.
Misalnya:
Tb air = 100 °C
ΔTb = 0,52 °C
Maka:
Tb larutan = 100 + 0,52 = 100,52 °C
Kesimpulan
Kenaikan titik didih merupakan salah satu sifat koligatif larutan yang berkaitan dengan jumlah partikel zat terlarut. Semakin besar jumlah partikel efektif dalam larutan, semakin besar pula kenaikan titik didih yang dihasilkan.
Kunci utama dalam mengerjakan soal kenaikan titik didih adalah memahami urutan perhitungan. Mulai dari menentukan jumlah mol, mengubah massa pelarut menjadi kilogram, menghitung molalitas, menentukan faktor van’t Hoff untuk elektrolit, lalu memasukkannya ke dalam rumus ΔTb.
Latihan dengan berbagai variasi soal juga penting karena bentuk pertanyaannya bisa berbeda. Ada soal yang langsung memberikan molalitas, meminta kenaikan titik didih, mencari titik didih akhir, menentukan massa pelarut, hingga membandingkan larutan elektrolit dan nonelektrolit.
Dengan memahami konsep jumlah partikel, molalitas, dan faktor van’t Hoff, soal-soal sifat koligatif seperti ini akan menjadi jauh lebih mudah diselesaikan.
