Pendaftaran OMI Kemenag 2026 dibuka untuk peserta yang ingin mengikuti Olimpiade Madrasah Indonesia tahun ini. Kompetisi tersebut terbagi menjadi dua bidang, yakni Sains dan Riset, dengan jadwal serta mekanisme pendaftaran yang berbeda.

Untuk bidang Sains, pendaftaran tingkat kabupaten/kota berlangsung pada 27 Agustus hingga 2 September 2026. Sementara itu, bidang Riset sudah membuka pendaftaran sekaligus unggah proposal sejak 22 Agustus dan juga berakhir pada 2 September 2026.

Bagi madrasah maupun sekolah yang belum mendaftarkan peserta, waktu yang tersedia cukup terbatas. Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi OMI dan prosesnya menggunakan akun lembaga yang dibuat oleh operator atau proktor sekolah, bukan akun pribadi siswa.

Table of Contents

Apa Itu OMI Kemenag 2026?

Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI merupakan kompetisi sains dan riset yang diselenggarakan Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Pelaksana teknisnya adalah Direktorat KSKK Madrasah.

OMI dirancang sebagai ajang untuk menemukan sekaligus mengembangkan talenta peserta didik dalam bidang sains dan riset. Kompetisi ini tidak hanya berorientasi pada pencapaian juara, tetapi juga mendorong budaya kompetisi yang sehat, jujur, dan berintegritas.

Pada 2026, OMI mengusung tema:

“Islam, Sains, dan Ekoteologi: Menumbuhkan Talenta serta Menggerakkan Inovasi Madrasah untuk Indonesia Maju.”

Konsep kompetisinya menghubungkan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman, kearifan lokal, teknologi, serta persoalan lingkungan.

OMI 2026 Berbeda dari KSM dan MYRES

Peserta atau guru yang masih mencari informasi menggunakan istilah KSM 2026 maupun MYRES 2026 perlu memperhatikan perubahan nomenklatur.

OMI pertama kali dilaksanakan pada 2025 dan mengintegrasikan dua kompetisi yang sebelumnya berjalan secara terpisah, yaitu Kompetisi Sains Madrasah atau KSM dan Madrasah Young Researcher Supercamp atau MYRES.

KSM yang telah berjalan sejak 2012 kini terintegrasi menjadi OMI Bidang Sains, sedangkan MYRES yang dimulai pada 2018 menjadi OMI Bidang Riset.

Dengan demikian, nama resmi yang digunakan untuk pelaksanaan tahun 2026 adalah Olimpiade Madrasah Indonesia atau OMI.

Pendaftaran OMI Kemenag 2026 Sampai Kapan?

Pendaftaran OMI Kemenag 2026 ditutup pada 2 September 2026 untuk bidang Sains maupun Riset.

Berikut jadwal pembukaannya:

  • OMI Sains: 27 Agustus–2 September 2026.
  • OMI Riset: 22 Agustus–2 September 2026.

Khusus bidang Sains, pendaftaran tingkat kabupaten/kota dilakukan setelah seleksi tingkat satuan pendidikan yang berlangsung pada 22–26 Agustus 2026.

Sementara untuk bidang Riset, peserta langsung mengikuti tahapan pendaftaran dan unggah proposal sejak 22 Agustus.

Juknis maupun informasi resmi yang tersedia tidak mencantumkan jam pasti penutupan pendaftaran. Karena itu, sekolah sebaiknya tidak menunggu hingga beberapa menit sebelum tenggat.

Jadwal Lengkap OMI Sains 2026

OMI Bidang Sains dilaksanakan secara bertahap mulai dari tingkat satuan pendidikan hingga nasional.

Tahapan Jadwal
Sosialisasi 21 Agustus 2026
Seleksi tingkat satuan pendidikan 22–26 Agustus 2026
Pendaftaran kabupaten/kota 27 Agustus–2 September 2026
Uji coba kabupaten/kota 4–5 September 2026
Pelaksanaan kabupaten/kota 7–8 September 2026
Pengumuman kabupaten/kota 12 September 2026
Uji coba provinsi 1–2 Oktober 2026
Pelaksanaan provinsi 5–6 Oktober 2026
Pengumuman provinsi 10 Oktober 2026
Registrasi nasional 8 November 2026
Technical meeting dan pembukaan 9 November 2026
Pelaksanaan nasional 10–11 November 2026
Pengumuman dan penutupan 12 November 2026
Baca Juga:  Cara Cek Nomor KK Secara Online, Tanpa Perlu ke Kantor Disdukcapil

Lokasi pelaksanaan tingkat nasional belum diumumkan secara resmi dalam informasi yang menjadi acuan artikel ini.

Jadwal OMI Riset 2026

Bidang Riset memiliki alur yang berbeda karena peserta harus menyiapkan proposal penelitian sebelum memasuki tahap berikutnya.

Tahapan Jadwal
Sosialisasi 21 Agustus 2026
Pendaftaran dan unggah proposal 22 Agustus–2 September 2026
Pengumuman penilaian proposal 7 September 2026
Presentasi proposal 9–11 September 2026
Pembimbingan dan pelaksanaan riset 12 September–20 Oktober 2026
Presentasi hasil riset 21–23 Oktober 2026
Pengumuman penilaian presentasi 27 Oktober 2026
Pengumpulan hasil riset dan draf artikel 29–31 Oktober 2026
Final dan Expo 10–12 November 2026

Jadwal tersebut masih dapat mengalami perubahan apabila panitia mengeluarkan pemberitahuan lanjutan.

Siapa yang Bisa Mengikuti OMI 2026?

Persyaratan peserta berbeda antara bidang Sains dan Riset.

Peserta OMI Sains

Bidang Sains dapat diikuti oleh siswa pada jenjang berikut:

  • MI/SD/sederajat kelas V atau VI.
  • MTs/SMP/sederajat kelas VII, VIII, atau IX.
  • MA/SMA/sederajat kelas X, XI, atau XII.

Peserta juga harus merupakan Warga Negara Indonesia, terdaftar sebagai siswa, mempunyai NISN aktif, dan hanya mengikuti satu bidang kompetisi.

Juknis tidak mencantumkan persyaratan berupa nilai rapor minimum, peringkat kelas, sertifikat prestasi, maupun batas usia.

Peserta OMI Riset

Bidang Riset memiliki ketentuan yang lebih spesifik.

Pesertanya adalah:

  • Siswa MTs kelas VII atau VIII.
  • Siswa MA kelas X atau XI.
  • Warga Negara Indonesia.
  • Berstatus sebagai siswa aktif.
  • Belum pernah menjadi Juara I OMI 2025 dan tahun sebelumnya pada bidang serta jenjang yang sama.

Riset dapat dilakukan secara individu maupun kelompok. Jika berbentuk kelompok, jumlah anggotanya maksimal tiga siswa dari madrasah yang sama.

Apakah Sekolah Umum Bisa Mengikuti OMI?

Untuk bidang Sains, ketentuan peserta mencakup MI/SD sederajat, MTs/SMP sederajat, serta MA/SMA sederajat.

Sementara bidang Riset dirumuskan khusus untuk siswa MTs dan MA serta mensyaratkan sejumlah dokumen yang berasal dari madrasah, termasuk surat pengantar kepala madrasah.

Karena perbedaan ini cukup penting, sekolah umum yang ingin mengikuti bidang Riset sebaiknya melakukan konfirmasi langsung kepada Komite OMI Kabupaten/Kota sebelum menyiapkan proposal dan dokumen.

Daftar Cabang OMI Sains 2026

OMI Sains 2026 menyediakan total 11 cabang yang dibagi berdasarkan jenjang pendidikan.

MI/SD Sederajat

Terdapat dua cabang:

  1. Matematika Terintegrasi.
  2. IPAS Terintegrasi.

MTs/SMP Sederajat

Terdapat tiga cabang:

  1. Matematika Terintegrasi.
  2. IPA Terintegrasi.
  3. IPS Terintegrasi.

MA/SMA Sederajat

Terdapat enam cabang:

  1. Matematika Terintegrasi.
  2. Biologi Terintegrasi.
  3. Fisika Terintegrasi.
  4. Kimia Terintegrasi.
  5. Ekonomi Terintegrasi.
  6. Geografi Terintegrasi.

Setiap siswa hanya diperbolehkan mengikuti satu bidang kompetisi.

Apa Arti “Terintegrasi” dalam OMI?

Istilah “Terintegrasi” pada cabang OMI bukan sekadar bagian dari nama lomba. Pendekatan soal menghubungkan konsep keilmuan dengan nilai keislaman, budaya lokal, teknologi, dan konteks kehidupan nyata.

Materi dapat dikaitkan dengan persoalan seperti kesehatan, pertanian, energi terbarukan, perubahan iklim, maupun konservasi lingkungan.

Karena itu, persiapan peserta idealnya tidak hanya mengandalkan hafalan. Kemampuan membaca data, menganalisis persoalan, berpikir kritis, memahami eksperimen, dan mencari solusi juga menjadi bagian penting dari pembinaan.

Berapa Siswa yang Bisa Didaftarkan Sekolah?

Pada tingkat satuan pendidikan, madrasah atau sekolah memilih tiga siswa terbaik untuk setiap bidang studi.

Secara hitungan, jumlah maksimal peserta yang dapat dikirim berbeda berdasarkan jenjang:

Jenjang Jumlah bidang Peserta per bidang Total maksimal
MI/SD/sederajat 2 3 6
MTs/SMP/sederajat 3 3 9
MA/SMA/sederajat 6 3 18

Angka total tersebut merupakan hasil perhitungan dari ketentuan tiga peserta pada setiap bidang, bukan angka kuota terpisah yang disebutkan secara eksplisit dalam Juknis.

Ketentuan Proposal OMI Riset 2026

Bidang Riset memiliki tiga ruang lingkup penelitian yang dapat dipilih peserta.

1. Ekoteologi: Integrasi Keislaman dan Keilmuan

Ruang lingkup ini mencakup persoalan lingkungan dan agama, kepedulian terhadap bumi, kesehatan dan agama, serta inovasi sains dan teknologi yang berkaitan dengan nilai keagamaan.

2. Sustainable Development Goals atau SDGs

Topiknya meliputi pendidikan dan kualitas sumber daya manusia, sosial, budaya, pengentasan kemiskinan, inovasi pembelajaran, kesehatan mental, dan ketahanan jiwa.

3. Transformasi Digital untuk Pembangunan Nasional

Ruang lingkup ini mencakup sistem pembelajaran adaptif berbasis digital dan kecerdasan buatan dalam berbagai sektor, seperti pendidikan, bahasa, pertanian, kesehatan, serta aspek etika.

Peserta hanya memilih satu ruang lingkup untuk setiap proposal.

Berapa Proposal yang Bisa Dikirim?

Ketentuannya adalah:

  • Satu peserta atau kelompok maksimal mengirim satu proposal.
  • Proposal hanya berasal dari satu ruang lingkup.
  • Satu kelompok maksimal terdiri dari tiga siswa.
  • Setiap madrasah maksimal mengirim lima proposal untuk setiap ruang lingkup.
  • Satu judul penelitian dapat didampingi maksimal dua pembimbing.
Baca Juga:  Cara Login OMI Kemenag 2026, Link Resmi dan Panduan Daftar Peserta

Dengan tiga ruang lingkup, satu madrasah secara perhitungan dapat mengirim maksimal 15 proposal apabila memenuhi batas lima proposal pada masing-masing ruang lingkup.

Format Proposal Riset OMI 2026

Proposal penelitian memiliki sejumlah batasan yang perlu diperhatikan peserta.

Beberapa ketentuan pentingnya meliputi:

  • Judul maksimal 15 kata.
  • Latar belakang maksimal 450 kata.
  • Kajian teori maksimal 250 kata.
  • Tinjauan pustaka atau riset terdahulu maksimal 500 kata.
  • Metode riset maksimal 500 kata.
  • Proposal harus memuat rumusan masalah, tujuan, manfaat, hipotesis jika ada, jadwal penelitian, dan daftar pustaka.

Proposal juga harus merupakan karya asli peserta dan disertai pernyataan bahwa karya tersebut belum pernah maupun sedang mengikuti kompetisi riset lain serta belum pernah atau sedang dalam proses penerbitan.

Berapa Batas Similarity Proposal OMI?

Pemeriksaan proposal mencakup aspek administratif dan substantif, termasuk pemeriksaan similarity.

Batas maksimal similarity yang diterapkan adalah 25 persen.

Penilaian substantif meliputi orisinalitas gagasan, kreativitas, relevansi teori dan kajian pustaka, metode penelitian, kebermanfaatan, serta koherensi dan teknik penulisan.

Proposal yang terbukti plagiasi mendapatkan konsekuensi serius. Berdasarkan ketentuan yang menjadi acuan, madrasah asal peserta dapat dikenai sanksi tidak berhak mengikuti OMI Bidang Riset selama tiga tahun berturut-turut.

Cara Daftar OMI Kemenag 2026

Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi:

omi.kemenag.go.id

Proses pendaftaran dimulai dari akun lembaga.

Langkah 1: Membuat Akun Lembaga

Operator atau proktor sekolah membuka portal OMI, kemudian memilih menu pendaftaran bidang yang dituju.

Data yang perlu diisi antara lain:

  • Nama operator.
  • Email madrasah/sekolah.
  • Kata sandi.
  • Nama sekolah.
  • Provinsi.
  • Kabupaten.

Setelah data lengkap, pilih opsi untuk membuat akun.

Langkah 2: Mendaftarkan Peserta

Setelah akun lembaga aktif, lakukan login menggunakan email dan kata sandi.

Kemudian:

  1. Buka menu Peserta.
  2. Pilih Daftarkan Peserta.
  3. Masukkan NIK dan NISN.
  4. Lengkapi nama, tempat dan tanggal lahir, jenis kelamin, tingkat sekolah, kelas, serta bidang yang dipilih.
  5. Masukkan informasi prestasi, nomor telepon, dan email.
  6. Unggah foto peserta dan kartu identitas siswa.
  7. Periksa seluruh data.
  8. Kirim pendaftaran.

Setelah berhasil dikirim, nama peserta seharusnya muncul pada daftar peserta tingkat kabupaten/kota.

Langkah 3: Khusus Peserta Riset

Peserta Riset juga harus mengunggah proposal penelitian beserta dokumen pendukung yang dipersyaratkan.

Dokumen tersebut antara lain surat pernyataan keaslian karya dan surat pengantar kepala madrasah.

Apakah Siswa Mendaftar Sendiri?

Tidak.

Pendaftaran OMI 2026 dilakukan melalui akun lembaga sekolah atau madrasah. Akun tersebut dibuat oleh operator atau proktor menggunakan email lembaga.

Siswa tidak membuat akun pendaftaran sendiri.

Setelah data pendaftaran diverifikasi oleh Komite OMI Kabupaten/Kota, peserta baru memperoleh akun yang digunakan untuk mengikuti tahapan berikutnya.

Dokumen yang Perlu Disiapkan

Agar proses pendaftaran tidak terhambat, sekolah sebaiknya menyiapkan data peserta sejak awal.

Data yang diperlukan antara lain:

  • NIK.
  • NISN.
  • Nama lengkap.
  • Jenis kelamin.
  • Tempat dan tanggal lahir.
  • Tingkat sekolah.
  • Kelas.
  • Bidang atau mata pelajaran yang dipilih.
  • Riwayat prestasi.
  • Nomor telepon.
  • Email.
  • Foto peserta.
  • Kartu identitas siswa.

Untuk bidang Riset, tambahkan:

  • Proposal penelitian.
  • Surat pernyataan keaslian karya.
  • Surat pengantar kepala madrasah.

Format dan ukuran file yang harus diunggah mengikuti ketentuan yang tampil pada portal ketika proses pendaftaran dilakukan.

Bagaimana Mengetahui Pendaftaran Sudah Berhasil?

Setelah pendaftaran dikirim, cek menu Peserta Tingkat Kabupaten/Kota pada akun lembaga.

Jika nama peserta sudah muncul di daftar tersebut, berarti data telah tersimpan.

Namun, perlu dibedakan antara tersimpan dan terverifikasi.

Data yang sudah masuk masih harus diperiksa oleh Komite OMI Kabupaten/Kota. Setelah proses verifikasi selesai, peserta baru memperoleh akun untuk mengikuti uji coba dan pelaksanaan kompetisi.

Alurnya secara sederhana:

Seleksi sekolah → Pendaftaran akun lembaga → Verifikasi komite → Akun peserta → Uji coba → Seleksi kabupaten/kota

Solusi Jika NISN Tidak Ditemukan

Jika NISN peserta tidak terbaca sistem, periksa kembali angka yang dimasukkan. Pastikan tidak ada spasi atau kesalahan digit.

Selanjutnya, cocokkan NISN dengan data resmi sekolah dan pastikan status siswa masih aktif.

Jika data sudah benar tetapi sistem tetap menolak, operator dapat berkoordinasi dengan pengelola data sekolah dan kemudian menghubungi Komite OMI Kabupaten/Kota.

Jangan menyebarkan NISN atau data pribadi siswa melalui grup publik maupun media sosial.

Jika NIK Tidak Valid

Pastikan NIK terdiri dari 16 digit dan sesuai dengan dokumen kependudukan resmi.

Baca Juga:  Gaji ke-13 2026 Cair Kapan? Ini Jadwal Pencairan dan Besaran yang Diterima

Nama serta tanggal lahir yang dimasukkan juga harus konsisten dengan dokumen siswa.

Jika masalah tetap muncul, koordinasikan dengan operator sekolah dan Komite OMI Kabupaten/Kota. Data pribadi seperti NIK sebaiknya tidak dikirimkan kepada pihak yang tidak jelas.

Jika Email Sudah Terdaftar

Email yang sudah terdaftar bisa berarti akun lembaga sebelumnya telah dibuat oleh operator lain.

Sebelum membuat akun baru, cari tahu siapa yang pernah mengelola pendaftaran OMI di sekolah atau madrasah tersebut.

Jika password terlupa, gunakan fasilitas pemulihan resmi pada portal. Membuat akun ganda tanpa arahan panitia dapat menimbulkan persoalan pada proses verifikasi.

Jika Portal OMI Mengalami Gangguan

Ketika portal sulit diakses, beberapa langkah dasar yang dapat dilakukan adalah:

  1. Muat ulang halaman.
  2. Gunakan browser versi terbaru.
  3. Bersihkan cache.
  4. Periksa koneksi internet.
  5. Coba perangkat lain.
  6. Akses kembali di luar jam sibuk.

Jika gangguan berlanjut, pantau pengumuman resmi OMI dan Kementerian Agama. Jangan langsung menyimpulkan bahwa portal sedang mengalami maintenance apabila belum ada informasi resmi.

Uji Coba OMI 2026

Uji coba OMI tingkat kabupaten/kota dijadwalkan pada 4–5 September 2026, sedangkan tingkat provinsi berlangsung pada 1–2 Oktober 2026.

Uji coba digunakan untuk memastikan perangkat, aplikasi, akun, kamera, mikrofon, dan koneksi internet dapat berfungsi dengan baik sebelum kompetisi berlangsung.

Peserta menggunakan komputer yang telah dipasang aplikasi tes OMI. Perangkat juga harus memiliki kamera atau webcam serta mikrofon yang berfungsi.

Peserta diwajibkan hadir 30 menit sebelum pelaksanaan, membawa alat tulis dan kartu peserta, serta mengenakan seragam madrasah dengan rapi.

Bentuk Soal OMI Sains 2026

Bentuk soal berbeda pada setiap tahapan.

Tingkat Bentuk soal
Kabupaten/Kota 25 pilihan ganda
Provinsi 20 pilihan ganda + 5 pilihan ganda kompleks
Nasional/Final 10 isian singkat + 5 esai + eksplorasi/eksperimen

Informasi yang tersedia tidak merinci durasi pengerjaan, bahasa soal, passing grade, sistem penentuan peringkat, maupun mekanisme jika terjadi nilai yang sama.

Karena itu, informasi tersebut sebaiknya tidak disimpulkan dari penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Apakah Kisi-Kisi OMI 2026 Sudah Ada?

Karakteristik soal dan cakupan materi terdapat dalam Juknis beserta dokumen pendukungnya.

Namun, berdasarkan materi yang tersedia, belum ditemukan dokumen kisi-kisi terpisah yang diterbitkan sebagai lampiran mandiri melalui kanal resmi.

Peserta perlu berhati-hati terhadap file yang mengatasnamakan “kisi-kisi OMI 2026” tetapi tidak mencantumkan sumber resmi. Dokumen lama dari KSM atau OMI tahun sebelumnya juga tidak otomatis berlaku untuk penyelenggaraan 2026.

Link Resmi Pendaftaran OMI Kemenag 2026

Pendaftaran dilakukan melalui portal resmi:

https://omi.kemenag.go.id/

Pastikan alamat situs menggunakan domain kemenag.go.id.

Hindari situs dengan nama yang menyerupai portal resmi, terutama yang menggunakan domain berbeda atau meminta informasi sensitif secara tidak wajar.

Operator juga sebaiknya tidak memberikan password akun lembaga, kode OTP, atau tautan pemulihan akun kepada pihak lain.

Jika ada pihak yang menawarkan jasa untuk “meloloskan” peserta, tawaran tersebut patut dicurigai.

Apakah Pendaftaran OMI 2026 Gratis?

Juknis yang menjadi acuan tidak mencantumkan ketentuan biaya pendaftaran peserta.

Namun, hal tersebut perlu dibedakan dari biaya lain yang mungkin muncul dalam proses seleksi, pembinaan, transportasi, konsumsi, atau akomodasi.

Juknis menyebut biaya kegiatan seleksi tingkat satuan pendidikan dapat menggunakan anggaran BOS atau sumber pembiayaan lain yang sah.

Karena rincian pembiayaan peserta di tingkat nasional tidak dijelaskan secara lengkap dalam sumber yang tersedia, klaim bahwa seluruh biaya ditanggung pemerintah sebaiknya tidak disampaikan tanpa dasar resmi.

Kapan OMI Nasional 2026 Digelar?

Untuk bidang Sains, rangkaian tingkat nasional dijadwalkan sebagai berikut:

  • 8 November 2026: kedatangan dan registrasi.
  • 9 November 2026: technical meeting dan pembukaan.
  • 10–11 November 2026: pelaksanaan nasional.
  • 12 November 2026: pengumuman dan penutupan.

Sementara itu, Final dan Expo OMI Riset dijadwalkan pada 10–12 November 2026.

Lokasi nasional belum diumumkan secara resmi berdasarkan informasi yang tersedia.

FAQ Pendaftaran OMI Kemenag 2026

Kapan pendaftaran OMI Kemenag 2026 dibuka?

Bidang Riset dibuka pada 22 Agustus 2026, sedangkan bidang Sains tingkat kabupaten/kota dibuka pada 27 Agustus 2026.

Pendaftaran OMI 2026 ditutup kapan?

Kedua bidang ditutup pada 2 September 2026.

Apa link resmi OMI 2026?

Portal resmi pendaftaran adalah omi.kemenag.go.id.

Apakah siswa mendaftar sendiri?

Tidak. Pendaftaran dilakukan sekolah atau madrasah melalui akun lembaga yang dibuat operator atau proktor.

Siapa yang dapat mengikuti OMI Sains?

OMI Sains mencakup siswa MI/SD kelas V–VI, MTs/SMP kelas VII–IX, serta MA/SMA kelas X–XII pada Tahun Pelajaran 2026/2027 sesuai ketentuan yang berlaku.

Siapa yang dapat mengikuti OMI Riset?

OMI Riset diperuntukkan bagi siswa MTs kelas VII–VIII dan MA kelas X–XI.

Berapa jumlah anggota kelompok Riset?

Maksimal tiga siswa dari madrasah yang sama. Penelitian juga dapat dilakukan secara individu.

Berapa proposal yang dapat dikirim satu madrasah?

Maksimal lima proposal untuk setiap ruang lingkup. Karena tersedia tiga ruang lingkup, secara hitungan maksimal mencapai 15 proposal.

Apakah satu siswa boleh mengikuti lebih dari satu bidang?

Tidak. Setiap siswa hanya diperbolehkan mengikuti satu bidang kompetisi.

Kapan uji coba OMI 2026?

Uji coba kabupaten/kota berlangsung 4–5 September 2026 dan uji coba provinsi 1–2 Oktober 2026.

Kapan OMI Nasional 2026?

OMI Sains tingkat nasional dijadwalkan 10–11 November 2026, sedangkan Final dan Expo bidang Riset berlangsung 10–12 November 2026.

Kesimpulan

Pendaftaran OMI Kemenag 2026 Dibuka untuk dua bidang, yaitu Sains dan Riset. Pendaftaran Sains tingkat kabupaten/kota berlangsung 27 Agustus–2 September 2026, sedangkan Riset sudah dimulai sejak 22 Agustus dan berakhir pada tanggal yang sama.

Proses pendaftaran dilakukan melalui omi.kemenag.go.id menggunakan akun lembaga yang dibuat operator atau proktor sekolah. Siswa tidak mendaftarkan diri secara mandiri.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah jangan menyamakan aturan Sains dengan Riset. Keduanya mempunyai persyaratan kelas, jumlah peserta, mekanisme seleksi, dan dokumen yang berbeda.

Bagi operator dan guru pembimbing, pemeriksaan data sebelum mengirim pendaftaran juga sangat penting. Pastikan NIK, NISN, identitas peserta, kelas, serta bidang yang dipilih sudah benar. Khusus Riset, proposal harus disiapkan sesuai format dan ketentuan orisinalitas yang berlaku.

Karena batas pendaftaran jatuh pada 2 September 2026, madrasah dan sekolah sebaiknya menyelesaikan proses lebih awal dan tetap memantau portal OMI serta kanal resmi Kementerian Agama apabila terdapat perubahan jadwal atau informasi lanjutan.