POCO X8 Power resmi diperkenalkan di India pada Jumat, 4 September 2026. Smartphone terbaru dari keluarga POCO X8 ini langsung menarik perhatian karena membawa baterai berkapasitas 10.000 mAh, dipadukan dengan pengisian cepat 100W dan chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 5.

Kehadiran POCO X8 Power sekaligus menambah anggota baru dalam keluarga X8. Sebelumnya, POCO telah menghadirkan X8, X8 Pro, dan X8 Pro Max di sejumlah pasar. Namun, X8 Power mengambil pendekatan berbeda dengan lebih mengutamakan daya tahan baterai daripada mengejar performa kelas tertinggi.

Bagi pengguna Indonesia, ada satu hal penting yang perlu diperhatikan. Sampai informasi ini diperbarui pada 4 September 2026, POCO X8 Power belum diumumkan secara resmi untuk pasar Indonesia. Jadi, harga India yang beredar tidak bisa dianggap sebagai harga resmi Indonesia.

POCO X8 Power Resmi Diluncurkan di India

POCO X8 Power diperkenalkan bersama POCO X8 dalam acara peluncuran di India pada 4 September 2026 pukul 12.00 IST. Penjualan perdananya dijadwalkan berlangsung mulai 11 September 2026 melalui Flipkart.

Smartphone ini diposisikan sebagai perangkat untuk pengguna yang membutuhkan daya tahan baterai panjang. Kapasitas 10.000 mAh menjadi salah satu fitur paling menonjol, terutama karena dipadukan dengan charging 100W dan reverse charging hingga 27W.

POCO juga membekali perangkat dengan layar AMOLED 6,83 inci, refresh rate 120 Hz, kamera utama 50 MP dengan OIS, serta Android 16 yang berjalan bersama HyperOS 3.

Spesifikasi Utama POCO X8 Power

Spesifikasi POCO X8 Power
Status Resmi diluncurkan di India
Rilis 4 September 2026
Chipset Qualcomm Snapdragon 6 Gen 5
Fabrikasi 4 nm
CPU Octa-core hingga 2,6 GHz
RAM Hingga 8 GB LPDDR5X
Penyimpanan Hingga 256 GB UFS 4.1
Layar AMOLED 6,83 inci
Resolusi 1.280 × 2.772 piksel
Refresh rate Hingga 120 Hz
Kamera utama 50 MP, f/1.8, OIS
Ultrawide 8 MP
Kamera depan 32 MP
Baterai 10.000 mAh
Charging 100W
Reverse charging 27W
Sistem operasi Android 16, HyperOS 3
Ketahanan IP66, IP68, IP69, IP69K
Bobot Sekitar 229 gram
Harga awal India ₹35.999

Desain POCO X8 Power Lebih Besar dan Berat

Dengan baterai 10.000 mAh, dimensi menjadi salah satu konsekuensi yang perlu diperhatikan. POCO X8 Power mempunyai ukuran sekitar 163,44 × 78,27 × 8,65 mm dengan bobot sekitar 229 gram.

Sebagai pembanding, POCO X7 yang pernah dijual resmi di Indonesia memiliki ukuran 162,33 × 74,42 × 8,4 mm dan bobot sekitar 185,5 gram untuk versi plastik atau 190 gram untuk varian dengan back cover PU.

Artinya, X8 Power lebih lebar dan bobotnya bertambah sekitar 39 hingga 43,5 gram. Bagi pengguna yang terbiasa dengan smartphone ringan dan ramping, perbedaan tersebut kemungkinan akan terasa ketika perangkat digunakan dalam waktu lama.

Di sisi lain, ukuran tersebut memberikan ruang untuk baterai yang jauh lebih besar. POCO X8 Power juga membawa sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K yang memberikan perlindungan lebih lengkap terhadap air dan debu berdasarkan klaim spesifikasi peluncuran.

Layar AMOLED 6,83 Inci dengan 120 Hz

POCO X8 Power menggunakan layar AMOLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1.280 × 2.772 piksel. Panel tersebut mendukung refresh rate hingga 120 Hz.

Baca Juga:  Tecno Pova 8 5G Resmi di Indonesia, Ini Harga, Spesifikasi, dan Keunggulannya

POCO turut mencantumkan sejumlah fitur yang ditujukan untuk pengalaman multimedia, termasuk HDR10+, Dolby Vision, serta tingkat kecerahan puncak hingga 3.500 nits. Layarnya juga menggunakan Corning Gorilla Glass Victus 2.

Jika dibandingkan dengan POCO X7, layar X8 Power lebih besar. X7 menggunakan panel AMOLED 6,67 inci dengan refresh rate 120 Hz dan desain layar melengkung.

X8 Power juga mengusung desain yang lebih flat pada bagian bodinya. Perubahan ini bukan semata-mata soal spesifikasi, tetapi juga memengaruhi karakter genggaman dan tampilan perangkat.

Perlu dicatat, angka 3.500 nits merupakan klaim kecerahan puncak. Belum tersedia pengujian independen yang dapat digunakan untuk menilai tingkat kecerahan aktual, akurasi warna, maupun PWM layar secara menyeluruh.

Snapdragon 6 Gen 5 Menjadi Otak Perangkat

Untuk performa, POCO X8 Power mengandalkan Qualcomm Snapdragon 6 Gen 5 yang dibuat menggunakan proses fabrikasi 4 nm.

Platform tersebut memiliki CPU dengan kecepatan hingga 2,6 GHz dan GPU Adreno. Berdasarkan informasi platform chipset, konfigurasi CPU yang beredar terdiri dari empat core Cortex-A78 hingga 2,6 GHz dan empat Cortex-A55 hingga 2,0 GHz.

POCO sebelumnya mengklaim skor AnTuTu perangkat dapat menembus lebih dari 1 juta poin. Namun, angka tersebut merupakan klaim produsen dan belum dapat dijadikan patokan mutlak untuk menggambarkan performa sehari-hari.

Hasil benchmark smartphone dapat berbeda tergantung versi aplikasi, temperatur, kondisi baterai, sistem pendingin, software, dan metode pengujian.

Bagaimana dengan Gaming?

Secara kelas, Snapdragon 6 Gen 5 menempatkan POCO X8 Power di segmen mid-range. Perangkat ini tidak diposisikan untuk menyamai X8 Pro atau X8 Pro Max yang menggunakan chipset MediaTek dengan kelas lebih tinggi.

Layar 120 Hz dan touch sampling hingga 3.200 Hz secara teori dapat membantu memberikan respons sentuhan yang lebih cepat. Namun, belum tersedia pengujian independen yang cukup untuk memastikan FPS, suhu, maupun tingkat throttling pada game berat.

Karena itu, performa gaming sebaiknya dinilai berdasarkan hasil pengujian langsung, bukan hanya dari angka benchmark atau spesifikasi chipset.

RAM LPDDR5X dan Storage UFS 4.1

POCO X8 Power hadir dengan RAM hingga 8 GB LPDDR5X dan penyimpanan internal hingga 256 GB UFS 4.1.

Listing Flipkart yang muncul menjelang penjualan memperlihatkan dua pilihan, yakni 8 GB + 128 GB dan 8 GB + 256 GB.

Kombinasi LPDDR5X dan UFS 4.1 menjadi salah satu peningkatan penting jika dibandingkan dengan POCO X7 Indonesia yang menggunakan LPDDR4X dan UFS 2.2.

Meski demikian, X7 masih memiliki keunggulan dalam pilihan kapasitas. Di Indonesia, X7 tersedia hingga konfigurasi 12 GB RAM dan 512 GB penyimpanan.

Kamera Utama 50 MP dengan OIS

Untuk fotografi, POCO X8 Power membawa konfigurasi kamera belakang ganda. Kamera utamanya memiliki resolusi 50 MP dengan aperture f/1.8 dan optical image stabilization atau OIS.

Kamera tersebut ditemani ultrawide 8 MP. Sementara itu, kamera depan mempunyai resolusi 32 MP.

Menariknya, POCO tidak lagi menyertakan kamera makro seperti yang terdapat pada POCO X7 Indonesia. X7 membawa tiga kamera belakang, terdiri dari kamera utama 50 MP, ultrawide 8 MP, dan makro 2 MP.

Kamera utama X7 juga mempunyai aperture f/1.5, sedangkan X8 Power menggunakan f/1.8. Karena itu, peningkatan kamera X8 Power tidak bisa disebut sebagai upgrade menyeluruh.

Resolusi kamera selfie memang meningkat dari 20 MP pada X7 menjadi 32 MP pada X8 Power. Namun, jumlah megapiksel saja belum cukup untuk menentukan kualitas foto.

Kualitas akhir tetap dipengaruhi sensor, pemrosesan gambar, kondisi pencahayaan, serta algoritma kamera.

Baterai 10.000 mAh Jadi Daya Tarik Terbesar

Jika ada satu fitur yang paling membedakan POCO X8 Power, jawabannya adalah baterai.

Perangkat ini menggunakan baterai berkapasitas 10.000 mAh. POCO menyebutnya sebagai baterai terbesar yang pernah digunakan pada perangkat POCO dan sebelumnya mengklaim daya tahan hingga 3,5 hari.

Baca Juga:  Harga HP Samsung September 2026: A27, A57 5G hingga S26 Ultra

Klaim tersebut tetap perlu dibedakan dari hasil pengujian independen. Daya tahan nyata sangat bergantung pada penggunaan, jaringan, tingkat kecerahan layar, aplikasi yang berjalan, dan pengaturan perangkat.

Sebagai perbandingan, POCO X7 memiliki baterai 5.110 mAh.

Jika hanya menghitung kapasitas nominal, peningkatannya mencapai sekitar 95,7 persen. Namun, bukan berarti X8 Power otomatis memiliki daya tahan hampir dua kali lipat dalam penggunaan sehari-hari.

Layar yang lebih besar, tingkat kecerahan tinggi, dan perbedaan chipset turut memengaruhi konsumsi daya.

Charging 100W dan Reverse Charging 27W

Selain baterai jumbo, POCO X8 Power menawarkan pengisian cepat 100W. Perangkat ini juga mendukung reverse charging berkabel hingga 27W.

Materi pra-rilis menyebut pengisian 1 sampai 50 persen dapat dilakukan dalam sekitar 30 menit. Angka tersebut merupakan klaim produsen, bukan hasil pengujian pihak ketiga.

Kecepatan pengisian juga tidak dapat dihitung secara sederhana dengan membandingkan kapasitas baterai dan watt charger. Sistem pengisian smartphone biasanya menurunkan daya ketika kapasitas baterai semakin tinggi demi menjaga temperatur dan keamanan.

Android 16 dan HyperOS 3

POCO X8 Power langsung menggunakan Android 16 dengan antarmuka HyperOS 3.

POCO juga menjanjikan empat kali peningkatan sistem operasi dan enam tahun pembaruan keamanan. Kebijakan tersebut menjadi salah satu nilai tambah bagi pengguna yang ingin memakai smartphone dalam jangka panjang.

Meski begitu, fitur tertentu pada HyperOS dapat berbeda berdasarkan negara dan wilayah. Demikian pula fitur AI yang tersedia pada perangkat belum seluruhnya dijelaskan untuk setiap pasar.

Fitur dan Konektivitas

POCO X8 Power sudah mendukung jaringan 5G dan dual SIM. Sensor sidik jari ditempatkan di dalam layar.

NFC dilaporkan tersedia pada unit India, tetapi fitur tersebut dapat berbeda berdasarkan wilayah pemasaran. Hal yang sama berlaku untuk beberapa fitur konektivitas lainnya.

Bluetooth dan Wi-Fi pada implementasi final perangkat belum dijelaskan secara lengkap dalam materi peluncuran yang menjadi acuan. Karena itu, dukungan fitur pada tingkat chipset tidak seharusnya langsung dianggap sebagai spesifikasi final ponsel.

Harga POCO X8 Power di India

POCO X8 Power dipasarkan di India mulai ₹35.999 untuk konfigurasi 8 GB + 128 GB. Sementara versi 8 GB + 256 GB tercantum seharga ₹38.999.

Ada pula skema promo peluncuran berupa kupon dan bonus tukar tambah, tetapi harga efektif setelah promo bukanlah harga ritel normal.

Jika menggunakan kurs acuan 1 INR sekitar Rp186,57 pada 4 September 2026, maka perkiraannya menjadi:

Varian Harga India Perkiraan Rupiah
8 GB + 128 GB ₹35.999 Sekitar Rp6,72 juta
8 GB + 256 GB ₹38.999 Sekitar Rp7,28 juta
Harga efektif promo ₹32.999 Sekitar Rp6,16 juta

Konversi tersebut hanya memberikan gambaran nilai tukar. Angka tersebut bukan harga resmi POCO X8 Power di Indonesia.

Harga Indonesia nantinya bisa berbeda karena pajak, biaya distribusi, konfigurasi, strategi regional, promo, dan perubahan kurs.

Apakah POCO X8 Power Sudah Resmi di Indonesia?

Belum.

Sampai 4 September 2026, POCO X8 Power belum diumumkan secara resmi untuk pasar Indonesia. Halaman produk Xiaomi Indonesia yang tersedia untuk lini X8 mencantumkan POCO X8 Pro dan POCO X8 Pro Max, sementara X8 Power belum memiliki halaman produk resmi Indonesia berdasarkan informasi dalam materi sumber.

Karena itu, kemunculan unit impor di marketplace tidak dapat dijadikan bukti bahwa POCO X8 Power sudah resmi dijual di Indonesia.

Pembeli juga perlu membedakan unit impor dengan produk resmi yang mendapatkan dukungan garansi dan layanan purnajual lokal.

POCO X8 Power vs POCO X7

Jika dibandingkan dengan POCO X7 standar yang pernah dijual resmi di Indonesia, perubahan terbesar ada pada baterai, charging, memori, dan software.

Spesifikasi POCO X8 Power POCO X7
Chipset Snapdragon 6 Gen 5 Dimensity 7300-Ultra
RAM Hingga 8 GB LPDDR5X Hingga 12 GB
Storage Hingga 256 GB UFS 4.1 Hingga 512 GB UFS 2.2
Layar AMOLED 6,83 inci AMOLED 6,67 inci
Refresh rate 120 Hz 120 Hz
Kamera utama 50 MP f/1.8 OIS 50 MP f/1.5 OIS
Ultrawide 8 MP 8 MP
Kamera selfie 32 MP 20 MP
Baterai 10.000 mAh 5.110 mAh
Charging 100W 45W
Bobot Sekitar 229 gram 185,5–190 gram
Ketahanan IP66/IP68/IP69/IP69K IP68
OS saat rilis Android 16 + HyperOS 3 Android 14 + HyperOS
Baca Juga:  iPhone 15 vs iPhone 16: Mana yang Lebih Worth It di 2026?

Dari tabel tersebut terlihat bahwa X8 Power bukan sekadar X7 dengan chipset baru. Fokus desainnya memang berbeda.

POCO X8 Power mengorbankan bobot dan ukuran bodi demi baterai yang jauh lebih besar. Sementara X7 masih menawarkan keunggulan dari sisi bobot, kapasitas penyimpanan, pilihan RAM, dan ketersediaan resmi di Indonesia.

Apa Saja Upgrade POCO X8 Power dari X7?

Peningkatan paling jelas terdapat pada baterai. Kapasitas 10.000 mAh hampir dua kali lipat dari 5.110 mAh milik X7.

Charging juga meningkat dari 45W menjadi 100W. Dari sisi memori, penggunaan LPDDR5X dan UFS 4.1 merupakan lompatan teknologi dibandingkan LPDDR4X dan UFS 2.2.

Software juga menjadi nilai tambah karena X8 Power hadir dengan Android 16 dan janji empat kali upgrade OS serta enam tahun pembaruan keamanan.

Layar lebih besar dan klaim kecerahan puncaknya lebih tinggi. Sementara kamera selfie memiliki resolusi lebih besar.

Namun, tidak semua aspek mengalami peningkatan. X8 Power kehilangan kamera makro, mempunyai aperture kamera utama f/1.8 dibandingkan f/1.5 pada X7, dan hanya terlihat menawarkan RAM hingga 8 GB serta storage hingga 256 GB di India.

Apakah Pengguna POCO X7 Perlu Upgrade?

Jawabannya tergantung kebutuhan.

Upgrade ke POCO X8 Power lebih masuk akal bagi pengguna yang mengutamakan baterai besar, charging cepat, layar luas, serta dukungan software yang lebih baru.

Sebaliknya, pemilik X7 yang masih puas dengan performanya mungkin belum memiliki alasan kuat untuk berpindah. X7 lebih ringan, lebih sempit, memiliki pilihan RAM dan penyimpanan lebih tinggi, serta sudah mempunyai dukungan resmi di Indonesia.

Faktor garansi juga penting. Bagi konsumen Indonesia, membeli perangkat resmi biasanya memberikan kepastian lebih baik mengenai layanan purnajual dibandingkan mengandalkan unit impor.

POCO X8 Power Cocok untuk Siapa?

POCO X8 Power paling menarik bagi pengguna yang memang membutuhkan baterai berkapasitas besar.

Pengguna yang sering bepergian, bekerja dengan smartphone dalam waktu panjang, atau tidak ingin terlalu sering mencari colokan bisa mendapatkan manfaat dari kapasitas 10.000 mAh.

Perangkat ini juga menarik untuk konsumsi multimedia berkat layar AMOLED 6,83 inci, refresh rate 120 Hz, HDR10+, dan Dolby Vision.

Untuk gaming, spesifikasinya cukup menjanjikan di kelas mid-range, tetapi performa aktual masih menunggu pengujian independen.

Sebaliknya, pengguna yang mengutamakan smartphone ringan perlu mempertimbangkan bobot sekitar 229 gram.

Kelebihan POCO X8 Power

  • Baterai 10.000 mAh.
  • Charging cepat 100W.
  • Reverse charging hingga 27W.
  • Snapdragon 6 Gen 5 berbasis 4 nm.
  • RAM LPDDR5X dan storage UFS 4.1.
  • Layar AMOLED 6,83 inci 120 Hz.
  • Klaim kecerahan hingga 3.500 nits.
  • Mendukung HDR10+ dan Dolby Vision.
  • Gorilla Glass Victus 2.
  • Kamera utama 50 MP dengan OIS.
  • Sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K.
  • Android 16 dan HyperOS 3.
  • Janji empat kali upgrade OS dan enam tahun pembaruan keamanan.

Kekurangan POCO X8 Power

  • Belum resmi dipasarkan di Indonesia.
  • Harga Indonesia belum tersedia.
  • Bobot lebih berat dibandingkan POCO X7.
  • Bodi lebih lebar.
  • Varian yang diumumkan di India maksimal 8 GB + 256 GB.
  • Tidak memiliki kamera makro.
  • Aperture kamera utama lebih kecil dibandingkan X7 berdasarkan spesifikasi yang diumumkan.
  • Belum tersedia pengujian independen menyeluruh untuk baterai, kamera, temperatur, dan gaming.
  • Harga hasil konversi India cukup jauh di atas harga resmi X7 di Indonesia.

Kesimpulan

POCO X8 Power hadir dengan identitas yang cukup jelas: baterai besar dan daya tahan panjang.

Kapasitas 10.000 mAh menjadi pembeda utama, ditambah charging 100W, reverse charging 27W, Snapdragon 6 Gen 5, layar AMOLED 120 Hz, serta Android 16 dan HyperOS 3.

Jika dibandingkan dengan POCO X7, peningkatan paling signifikan secara angka memang berada pada baterai dan teknologi pengisian. Memori serta storage juga menggunakan standar yang lebih baru.

Namun, pengguna harus menerima beberapa kompromi. X8 Power lebih berat dan lebar, pilihan memorinya di India tidak sebesar X7 Indonesia, dan konfigurasi kamera bukan upgrade mutlak.

Yang paling penting bagi konsumen Indonesia, perangkat ini belum resmi dirilis di Indonesia hingga 4 September 2026. Karena itu, harga sekitar Rp6,7 juta hingga Rp7,3 juta dari hasil konversi harga India tidak bisa dijadikan patokan harga lokal.

Untuk saat ini, POCO X8 Power lebih tepat dilihat sebagai smartphone yang mengutamakan endurance. Apakah kapasitas 10.000 mAh tersebut benar-benar mampu memberikan daya tahan jauh lebih panjang dalam penggunaan nyata masih perlu dibuktikan melalui pengujian independen.