Suara serak dan sakit tenggorokan bisa muncul ketika tenggorokan atau pita suara mengalami iritasi. Kondisi ini cukup mengganggu, terutama bagi orang yang banyak berbicara atau menggunakan suara dalam aktivitas sehari-hari. Pada banyak kasus, keluhan tersebut dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah.
Beberapa cara alami dapat membantu membuat tenggorokan terasa lebih nyaman, seperti mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi minuman hangat, madu, serta memberikan waktu istirahat untuk suara. Namun, bahan alami sebaiknya dipandang sebagai bagian dari perawatan untuk meredakan gejala, bukan pengganti pemeriksaan medis ketika penyebabnya membutuhkan penanganan khusus.
Lantas, bagaimana cara mengatasi serak dan sakit tenggorokan secara alami yang relatif sederhana dilakukan? Berikut beberapa langkah yang bisa dicoba sekaligus hal-hal yang perlu diperhatikan.
1. Perbanyak Minum Air Putih
Menjaga tubuh tetap terhidrasi merupakan langkah sederhana yang penting ketika mengalami sakit tenggorokan atau suara serak. Cairan membantu menjaga tenggorokan tetap lembap sehingga rasa tidak nyaman akibat kekeringan dapat berkurang.
Air putih bisa dikonsumsi secara berkala. Minuman hangat seperti air putih hangat, kaldu, atau teh tanpa kafein juga dapat memberikan rasa nyaman pada tenggorokan. Mayo Clinic merekomendasikan peningkatan asupan cairan sebagai bagian dari perawatan mandiri untuk sakit tenggorokan.
Tidak perlu memaksakan minum dalam jumlah besar sekaligus. Lebih baik minum sedikit demi sedikit tetapi cukup sepanjang hari.
2. Konsumsi Madu
Madu sering digunakan sebagai bahan alami untuk membantu meredakan keluhan pada tenggorokan. Madu dapat dikonsumsi langsung atau dicampurkan ke dalam air hangat maupun teh.
Mayo Clinic menyebutkan bahwa madu dapat membantu meredakan batuk dan sering digunakan bersama teh atau air lemon hangat untuk menenangkan tenggorokan. Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah 1 tahun karena risiko botulisme.
Jika ingin menambahkan lemon, gunakan secukupnya. Pada sebagian orang, rasa asam justru dapat terasa kurang nyaman ketika tenggorokan sedang sangat sensitif.
3. Istirahatkan Suara
Ketika suara mulai serak, jangan memaksakan diri untuk terus berbicara keras. Mengurangi penggunaan suara dapat membantu memberikan waktu bagi pita suara untuk pulih.
Menariknya, berbisik bukan selalu pilihan yang lebih aman. NHS menyarankan untuk tidak berbicara terlalu keras maupun berbisik ketika mengalami laringitis karena keduanya dapat memberikan tekanan pada suara.
Karena itu, gunakan suara seperlunya dan hindari berteriak, bernyanyi dengan suara tinggi, atau berbicara dalam waktu lama.
4. Coba Minuman Hangat
Minuman hangat dapat memberikan efek menenangkan pada tenggorokan yang terasa kering atau sakit. Pilih minuman yang tidak terlalu panas agar tidak menambah iritasi.
Air hangat, teh tanpa kafein, kaldu, atau air hangat dengan sedikit madu dapat menjadi pilihan. Selain memberikan rasa nyaman, asupan cairan juga membantu menjaga kelembapan tenggorokan.
5. Berkumur dengan Air Garam Hangat
Berkumur menggunakan air garam hangat merupakan salah satu metode perawatan mandiri yang cukup umum untuk membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Mayo Clinic mencantumkan larutan air garam sebagai salah satu cara untuk membantu menenangkan sakit tenggorokan. Untuk orang dewasa, larutan dapat dibuat menggunakan sekitar seperempat hingga setengah sendok teh garam dalam 120–240 mililiter air hangat, kemudian digunakan untuk berkumur dan tidak ditelan.
Cara ini tidak cocok untuk anak kecil yang belum mampu berkumur dengan aman.
6. Teh Jahe Bisa Menjadi Pilihan
Jahe kerap digunakan dalam minuman hangat ketika tenggorokan terasa kurang nyaman. Sensasi hangat dari minuman tersebut dapat membuat tenggorokan terasa lebih lega.
Namun, klaim bahwa jahe pasti dapat mengatasi infeksi tenggorokan perlu dihindari. Bukti ilmiah mengenai manfaat jahe sangat bergantung pada kondisi dan bentuk penggunaannya. NCCIH juga mencatat bahwa konsumsi jahe dapat menimbulkan efek samping seperti rasa tidak nyaman pada perut, mulas, diare, atau iritasi mulut dan tenggorokan pada sebagian orang.
Jika sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya berhati-hati dengan penggunaan produk herbal karena dapat terjadi interaksi dengan obat.
7. Hindari Rokok dan Asap yang Mengiritasi
Asap rokok dapat memperburuk iritasi pada tenggorokan dan pita suara. Karena itu, ketika sedang serak atau sakit tenggorokan, sebisa mungkin hindari rokok, asap rokok, debu, serta paparan bahan kimia yang mengganggu pernapasan.
NHS juga menyarankan untuk menghindari lingkungan berasap atau berdebu ketika mengalami laringitis.
Langkah ini mungkin terlihat sederhana, tetapi penting terutama bagi orang yang mengalami suara serak berulang.
8. Jaga Kelembapan Udara
Udara yang terlalu kering dapat membuat tenggorokan semakin tidak nyaman. Menjaga kelembapan ruangan dapat menjadi salah satu cara membantu mengurangi rasa kering pada saluran pernapasan.
Mayo Clinic menyebutkan penggunaan humidifier sebagai salah satu pilihan untuk membantu mengurangi iritasi akibat udara kering. Jika menggunakan alat tersebut, kebersihannya perlu dijaga agar tidak menjadi tempat berkembangnya jamur atau bakteri.
Bagaimana dengan Akar Manis atau Licorice?
Akar manis atau licorice memang cukup sering disebut sebagai bahan herbal untuk keluhan tenggorokan. Akan tetapi, bukti ilmiah mengenai efektivitas licorice untuk berbagai kondisi kesehatan masih terbatas.
NCCIH menyebutkan bahwa belum terdapat cukup bukti berkualitas tinggi untuk memastikan manfaat licorice dalam mengatasi kondisi kesehatan secara umum. Selain itu, kandungan glycyrrhizin dalam licorice dapat menimbulkan efek samping serius jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau dalam jangka panjang. Risikonya juga lebih penting diperhatikan pada orang dengan tekanan darah tinggi maupun masalah jantung atau ginjal.
Karena itu, penggunaan licorice sebaiknya tidak dilakukan sembarangan, terutama jika sedang menjalani pengobatan tertentu.
Jangan Terlalu Mengandalkan Cuka Sari Apel
Cuka sari apel juga sering disebut sebagai bahan alami untuk sakit tenggorokan. Namun, klaim bahwa sifat antimikrobanya otomatis membuat cuka sari apel mampu mengatasi penyebab sakit tenggorokan tidak boleh dianggap sebagai fakta medis.
Untuk keluhan tenggorokan, pendekatan yang lebih aman adalah mencukupi cairan, mengistirahatkan suara, menghindari iritan, dan menggunakan metode sederhana yang memang direkomendasikan dalam panduan perawatan mandiri.
Jika suatu bahan justru menimbulkan rasa terbakar atau semakin memperparah sakit tenggorokan, penggunaannya sebaiknya dihentikan.
Kapan Sakit Tenggorokan dan Suara Serak Perlu Diperiksa?
Tidak semua suara serak atau sakit tenggorokan membutuhkan pemeriksaan segera. Laringitis, misalnya, sering membaik sendiri dalam waktu sekitar satu hingga dua minggu.
Namun, pemeriksaan medis diperlukan jika keluhan berlangsung lama, berulang, atau disertai gejala tertentu. Mayo Clinic menyarankan orang dewasa mencari pertolongan medis jika mengalami sakit tenggorokan berat yang berlangsung lebih dari satu minggu atau suara serak lebih dari dua minggu. Kesulitan bernapas dan tidak mampu menelan juga termasuk tanda yang membutuhkan perhatian segera.
Segera cari pertolongan jika muncul:
- Kesulitan bernapas.
- Kesulitan menelan.
- Sakit tenggorokan yang sangat berat.
- Demam tinggi.
- Darah pada lendir atau air liur.
- Pembengkakan pada leher atau wajah.
- Suara serak yang tidak kunjung membaik.
- Keluhan tenggorokan yang terus berulang.
Penyebab sakit tenggorokan juga beragam. Infeksi virus merupakan penyebab yang umum, tetapi terdapat pula kondisi lain yang memerlukan diagnosis dan penanganan berbeda. Antibiotik, misalnya, tidak bekerja untuk infeksi virus.
Kesimpulan
Cara mengatasi serak dan sakit tenggorokan secara alami dapat dimulai dengan langkah sederhana, seperti memperbanyak minum air, mengonsumsi minuman hangat dengan madu, berkumur menggunakan air garam, menjaga kelembapan udara, menghindari asap rokok, dan memberikan istirahat pada suara.
Bahan herbal seperti jahe atau licorice dapat digunakan dengan lebih hati-hati karena bukti manfaat dan aspek keamanannya berbeda-beda. Jangan menganggap semua bahan alami pasti aman atau dapat menggantikan pengobatan medis.
Jika suara serak atau sakit tenggorokan tidak membaik, terus berulang, atau disertai kesulitan bernapas maupun menelan, pemeriksaan tenaga kesehatan menjadi langkah yang lebih tepat untuk mengetahui penyebabnya.
