Jpckemang.id – Pernah menemukan skincare atau makeup dengan harga jauh lebih murah dari biasanya, tetapi klaimnya terdengar luar biasa? Misalnya krim yang menjanjikan wajah putih dalam beberapa hari atau serum yang diklaim menghapus semua masalah kulit secara instan. Sebelum tergoda membeli, cek produk kosmetik itu lebih dulu.

Membeli kosmetik sekarang sangat mudah lewat marketplace, media sosial, dan live shopping. Sayangnya, kemudahan itu juga membuat produk tanpa izin edar, produk palsu, dan kosmetik berinformasi tidak jelas lebih mudah beredar. Kabar baiknya, kamu bisa memeriksa legalitas produk lewat situs dan aplikasi resmi BPOM, bahkan sebelum membayar.

Berikut cara cek produk kosmetik di BPOM, cara mengenali tanda produk mencurigakan, dan langkah yang bisa kamu ambil jika menemukan kosmetik ilegal.

Cara Cek Produk Kosmetik Ilegal di BPOM

Kenapa Perlu Cek Produk Kosmetik?

Kosmetik dipakai langsung pada kulit, bibir, rambut, atau kuku, jadi informasinya harus jelas dan memenuhi ketentuan. Produk tanpa izin edar tidak bisa dianggap aman hanya karena banyak yang memakainya. Kandungan, proses produksi, dan cara penyimpanannya mungkin tidak diketahui. Risikonya berkisar dari iritasi, kemerahan, dan alergi hingga masalah kesehatan yang lebih serius bila produk mengandung bahan berbahaya.

BPOM rutin mengawasi peredaran kosmetik, termasuk yang dijual online. Pada intensifikasi pengawasan akhir 2025, jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah kosmetik ilegal atau tanpa izin edar (94,3%), dan sebagian besar di antaranya adalah kosmetik impor. Pada triwulan II 2026, BPOM juga menemukan 14 kosmetik yang mengandung bahan berbahaya atau terlarang, seperti merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, klobetasol propionat, mometason furoat, dan pewarna Merah K-10. Bahan-bahan itu berisiko menimbulkan iritasi, hiperpigmentasi, hingga penipisan kulit.

Baca Juga:  Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal dan Cara Ajukan Sanggah

Perlu diingat, lolos pengecekan BPOM bukan jaminan produk pasti cocok di kulitmu. Reaksi kulit tiap orang bisa berbeda.

Apa Itu Nomor Notifikasi BPOM?

Kosmetik yang beredar di Indonesia wajib memiliki izin edar berupa notifikasi dari BPOM. Nomor notifikasi kosmetik ditandai huruf N diikuti satu huruf lain dan 11 digit angka, dan biasanya tercetak di kemasan. Meski begitu, keberadaan nomor saja belum cukup. Nomor bisa disalahgunakan atau dicantumkan pada produk yang tidak sesuai, bahkan ada yang mengarang nomor agar terlihat asli. Karena itu, kamu harus mencocokkan data di situs resmi dengan produk yang kamu pegang.

Cara Cek Produk Kosmetik di Situs BPOM

1. Buka Situs Resmi

Kunjungi cekbpom.pom.go.id. Pastikan alamatnya sesuai agar tidak masuk ke situs tiruan, dan jangan memasukkan data pribadi di situs yang tampilannya mirip tetapi alamatnya berbeda.

2. Siapkan Informasi Produk

Siapkan kemasan produk, lalu catat nama lengkap produk, merek, atau nomor notifikasinya. Jika belanja online dan belum memegang produk, minta foto kemasan yang jelas dari penjual. Nomor dan nama produk harus terbaca, tidak tertutup stiker promosi.

3. Masukkan Nama atau Nomor

Mulailah dengan nomor notifikasi karena lebih spesifik dibanding nama produk yang umum. Jika tidak ada hasil, coba cari dengan nama produk atau merek, dan periksa ejaan serta spasi.

4. Cocokkan Hasil dengan Kemasan

Ini langkah terpenting. Bandingkan nama produk, merek, dan pendaftar yang muncul dengan produk yang akan kamu beli. Misalnya kemasan bertuliskan Serum A merek B, tetapi nomornya justru menampilkan produk lain. Perbedaan seperti itu adalah alasan kuat untuk waspada dan mengonfirmasi ke BPOM sebelum memakainya.

5. Periksa Kembali Sebelum Membeli

Setelah data cocok, periksa kondisi kemasan, label, kedaluwarsa, dan reputasi penjual. Jika penjual tidak mau menjelaskan, tunda pembelian. Jangan ambil risiko hanya karena ada diskon.

Langkah Yang dilakukan Tujuan
1 Buka cekbpom.pom.go.id Memakai sumber resmi
2 Siapkan nama, merek, atau nomor notifikasi Mempermudah pencarian
3 Masukkan informasi dan cari Menemukan data produk
4 Cocokkan data dengan kemasan Menghindari nomor yang disalahgunakan
5 Periksa label, kedaluwarsa, penjual Melengkapi pemeriksaan

Cara Cek Lewat Aplikasi BPOM Mobile

Unduh BPOM Mobile dari Play Store atau App Store, dan pastikan nama pengembangnya benar. Ada dua cara memeriksa produk di aplikasi ini:

  • Scan produk: jika ada barcode 2D di kemasan, pilih fitur scan dan arahkan ke barcode.
  • Cek NIE: jika tidak ada barcode, masukkan nomor registrasi, nama produk, atau nama produsen, lalu cari.

Jika produk dikenali, akan muncul informasi seperti nomor izin edar, nama produk, merek, kemasan, bentuk produk, pendaftar, dan produsen. Cocokkan semuanya dengan produk di tanganmu. Jangan hanya mengandalkan tangkapan layar dari penjual atau klaim “sudah BPOM”; lakukan pencarian sendiri.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Jerawat di Dahi karena Poni agar Kulit Kembali Bersih

Bagaimana Jika Produk Tidak Ditemukan?

Jangan panik. Periksa dulu kemungkinan berikut:

  • Nama produk atau nomor notifikasi salah ketik.
  • Kata kunci terlalu umum sehingga hasil kurang tepat.
  • Produk memang tidak memiliki notifikasi yang sesuai.

Coba cari dengan informasi lain di kemasan. Jika tetap tidak ditemukan, atau data yang muncul berbeda dari produk yang kamu pegang, anggap itu tanda bahaya yang kuat. Minta klarifikasi penjual dan hubungi BPOM lewat kanal resmi, dan jangan beli atau pakai produk sampai statusnya jelas. Tidak ditemukannya hasil memang belum bukti final bahwa produk ilegal, tetapi cukup menjadi alasan untuk menunda.

Kenali Ciri Kosmetik Ilegal atau Mencurigakan

Produk ilegal tidak selalu tampak murahan. Ada yang berkemasan menarik, berfoto profesional, atau dipromosikan akun berpengikut banyak, jadi penampilan saja tidak cukup.

Nomor Notifikasi Tidak Bisa Diverifikasi

Nomor tidak ada, tidak terbaca, atau tidak cocok dengan data resmi. Jangan percaya alasan penjual bahwa nomor tidak perlu dicek.

Informasi di Kemasan Tidak Lengkap

Label seharusnya memuat nama produk, kegunaan, cara penggunaan, komposisi, negara produsen, nama dan alamat pemilik notifikasi, nomor batch, isi bersih, dan tanggal kedaluwarsa. Label yang tidak jelas, mudah terkelupas, atau tampak ditempel ulang perlu diperiksa lebih lanjut. Meski begitu, kemasan sederhana belum tentu ilegal. Cocokkan juga dengan data resmi.

Klaim Berlebihan atau Seperti Obat

Waspadai klaim seperti putih dalam semalam, jerawat hilang dalam beberapa hari, atau mampu menyembuhkan penyakit. BPOM pernah menemukan produk yang memuat klaim menyembuhkan dan tidak seharusnya didaftarkan sebagai kosmetik. Klaim berlebihan tidak otomatis membuktikan produk ilegal, tetapi layak dipertanyakan.

Harga Jauh di Bawah Wajar

Diskon besar bisa terjadi saat promosi resmi. Namun harga yang jauh dari kisaran normal, ditambah penjual yang tidak jelas dan informasi produk minim, layak dicurigai. Bandingkan harga di beberapa toko resmi.

Kondisi Fisik Berubah

Bau tidak biasa, warna berubah, tekstur terpisah tidak wajar, atau kemasan rusak adalah alasan untuk tidak langsung memakai produk. Tetapi ciri fisik saja tidak cukup memastikan ada bahan berbahaya. Produk yang tampak normal pun belum tentu aman, sehingga cek legalitas tetap wajib.

Cek KLIK: Panduan Cepat dari BPOM

BPOM menganjurkan prinsip Cek KLIK sebelum membeli atau memakai kosmetik:

  • K, Kemasan: pastikan tidak bocor, rusak, menggelembung, atau penyok.
  • L, Label: baca informasi dengan teliti dan pastikan terbaca jelas.
  • I, Izin edar: periksa nomor notifikasi di situs atau aplikasi BPOM.
  • K, Kedaluwarsa: pastikan belum lewat. Setelah dibuka, perhatikan juga masa pemakaian jika tercantum.

Bahan Berbahaya yang Perlu Diwaspadai

BPOM berulang kali mengingatkan penyalahgunaan bahan seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat, dan steroid tertentu pada kosmetik. Merkuri, misalnya, tidak boleh dipakai sebagai bahan kosmetik pemutih dan dapat berdampak serius pada kesehatan. Asam retinoat, hidrokuinon, dan kortikosteroid punya penggunaan medis tertentu, tetapi bukan berarti boleh ditambahkan sembarangan ke dalam kosmetik.

Baca Juga:  Cara Menonaktifkan GoPay Pinjam Setelah Lunas, Ini Langkah Resminya

Kandungan tidak bisa ditebak dari warna, bau, atau kecepatan hasilnya. Pembuktiannya butuh pengujian dan penilaian pihak berwenang. Jika kamu curiga produk mengandung bahan berbahaya, hentikan pembelian atau pemakaian, dan jangan menguji sendiri dengan metode rumahan.

Tips Aman Belanja Kosmetik Online

  • Pilih toko resmi atau penjual dengan identitas dan reputasi jelas.
  • Minta foto label yang jelas, termasuk nomor notifikasi.
  • Jangan mengandalkan testimoni. Ulasan tidak menggantikan cek legalitas.
  • Bandingkan harga dari beberapa toko.
  • Periksa kebijakan retur bila produk rusak atau tidak sesuai.
  • Simpan bukti transaksi, tangkapan layar produk, dan percakapan dengan penjual.

Jika penjual menolak memberi foto label atau info legalitas, pilih toko lain. Masih banyak pilihan produk.

Jika Terlanjur Membeli Kosmetik Ilegal

  1. Hentikan pemakaian jika produk dicurigai bermasalah, terutama bila muncul reaksi tidak biasa.
  2. Simpan kemasan dan bukti transaksi. Foto produk, label, nomor notifikasi, nama toko, dan bukti pembelian.
  3. Periksa ulang di BPOM dan catat bagian yang tidak sesuai.
  4. Hubungi penjual bila perlu, tetapi jangan menjadikan penjelasannya satu-satunya dasar.
  5. Laporkan ke BPOM. Hubungi Contact Center HALOBPOM 1500533, email halobpom@pom.go.id, unit Balai Besar/Balai/Loka POM di wilayahmu, atau gunakan fitur Permohonan Info/Pengaduan di BPOM Mobile. Laporan kosmetik juga bisa lewat laporeskos.pom.go.id.
  6. Cari bantuan medis bila mengalami iritasi berat, bengkak, nyeri, atau gejala lain yang mengkhawatirkan.

Periksa kembali kanal resmi BPOM untuk memastikan kontak terbaru sebelum melapor. Kamu tidak perlu membuktikan sendiri bahwa produk melanggar hukum. Sampaikan informasi dan bukti yang kamu miliki agar pihak berwenang dapat menindaklanjuti.

Cek Produk Kosmetik Ilegal di BPOM

Cek produk kosmetik sebelum membeli adalah kebiasaan sederhana yang sangat membantu. Buka cekbpom.pom.go.id atau BPOM Mobile, cari berdasarkan nama atau nomor notifikasi, lalu cocokkan hasilnya dengan kemasan. Jangan berhenti pada ada atau tidaknya nomor. Periksa juga kemasan, label, kedaluwarsa, kondisi produk, dan reputasi penjual.

Waspadai klaim instan, klaim seperti obat, harga yang tidak wajar, dan informasi yang tidak transparan. Jika data tidak ditemukan atau tidak cocok, tunda pemakaian dan konfirmasi ke BPOM. Jadikan Cek KLIK kebiasaan setiap kali membeli skincare atau makeup agar kamu menjadi konsumen yang lebih cermat.

FAQ Seputar Cek Produk Kosmetik BPOM

Bagaimana cara cek produk kosmetik BPOM secara online?

Buka cekbpom.pom.go.id, masukkan nama produk, merek, atau nomor notifikasi, lalu cocokkan hasil dengan kemasan. Bisa juga lewat aplikasi BPOM Mobile dengan scan barcode atau fitur Cek NIE.

Apakah kosmetik tanpa nomor notifikasi pasti ilegal?

Kosmetik yang wajib punya notifikasi tetapi tidak memilikinya patut dicurigai. Sebelum menyimpulkan, periksa informasi produk dan konfirmasi ke BPOM.

Apakah nomor BPOM di kemasan bisa dipalsukan?

Bisa disalahgunakan, bahkan dikarang. Karena itu, cek nomornya di sumber resmi dan pastikan data yang muncul cocok dengan produk yang kamu pegang.

Jika produk terdaftar, apakah pasti cocok untuk kulitku?

Tidak. Cek legalitas tidak menjamin kecocokan. Perhatikan komposisi, cara pakai, dan reaksi kulitmu, dan hentikan pemakaian jika muncul reaksi mengkhawatirkan.

Apa itu Cek KLIK?

Singkatan dari Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa, panduan BPOM untuk memeriksa produk sebelum membeli atau memakainya.

Ke mana melapor jika menemukan kosmetik ilegal?

Hubungi Contact Center HALOBPOM 1500533, email halobpom@pom.go.id, Balai Besar/Balai/Loka POM terdekat, atau gunakan fitur pengaduan di BPOM Mobile. Sertakan bukti agar laporan dapat ditindaklanjuti. (*)